1Kor 3: 1-9  +  Mzm 33  +  Luk 4: 38-44
 
 
 
Lectio

Suatu hari Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.  Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.  Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
 

 
Meditatio

Suatu hari Yesus Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Ada apa mereka singgah di rumah Simon? Malahan sepertinya menjadi tujuan perjalanan mereka? Apakah rumah Simon yang dekat dengan rumah ibadat? Apakah karena salah seorang yang dituakan? Apakah Yesus berserta para muridNya hendak sejenak beristirahat?  Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.  Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon. Demam sepertinya tidak termasuk kategori diganggu oleh kuasa kegelapan. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Sang  ibu terpanggil sesuai dengan tugas kodrati yang dimilikinya, sekaligus sebagai orang yang tahu berterima kasih kepada Tuhan dan sesama.

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Darimana mereka tahu kalau Yesus berada di rumah Simon, bukankah sarana komunikasi amatlah terbatas? Kabar sukacita dan kabar keselamatan memang menarik hati banyak orang. Itulah alasan kiranya mengapa banyak orang segera mengetahui keberadaan Yesus.  Yesus pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.  Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: 'Engkau adalah Anak Allah'. Teriakan-teriakan kekalahan dari kuasa kegelapan yang memang mengakui, bahwa Allah sang Empunya kehidupan yang akan mengalahkan dan membinasakan mereka. 'Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'. Teriakan yang sama, sebagaimana kita renungkan kemarin. Hanyalah sang Empunya kehidupan yang menghidupkan dan mematikan.
Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. Yesus mengajak setiap orang untuk berkata-kata mesias yang benar-benar keluar dari kedalaman hati. Yesus pun ingin mengajak semua orang yang mendengarkan pengajaranNya berkata: 'sungguh, orang ini adalah Anak Allah!' (Mrk 15: 39)

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Mengapa Yesus ke tempat yang sunyi? Apakah Dia hendak berdoa? Mengapa tidak malam hari Dia pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa? Sehabis melakukan segala sesuatu Yesus selalu berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan Bapa di surga. Orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka, tetapi Ia berkata kepada mereka: 'juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus'. Yesus mewartakan sabda dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Yesus tidak ingin banyak orang datang kepadaNya, melainkan Dialah yang hendak mendatangi banyak orang, tanpa terkecuali, agar semua orang beroleh selamat. Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea. Yesus pun mendatangi orang-orang yang secara sengaja menjauhkan diri dari keselamatan, karena kedegilan hati, mereka tenggelam dalam kuasa dosa.
Paulus  sepertinya merenungkan Injil ini dengan berani mengatakan: 'kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah' (1Kor 3: 9). Paulus berkata demikian, karena memang dia bekerja dan bekerja demi Kerajaan Allah. Tiada hari tanpa mewartakan Injil Allah, celakalah aku, jika aku tidak mewartakan Injil. Dan inilah upahku, bahwa aku mewartakan Injil tanpa upah. Kiranya ucapan Paulus ini menjadi ucapan kita bersama untuk selalu membagi keselamatan bagi sesama. Kita menjadi tanda keselamatan bagi dunia. Janganlah kita ini berkata aku golongan Paulus, aku golongan Apolos.  Kita harus berani bekerja dan bekerja demi Kerajaan Allah, dan biarlah Allah sendiri yang memberi pertumbuhan.
 
 
 
 
Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk selalu menyediakan waktu membina relasi dengan mendengarkan Engkau. Supaya kami sungguh memahami kehendakMu, yang datang untuk menyelamatkan setiap orang yang mau mendengarkan dan melakukan kehendakMu. Amin
 
 
 
Contemplatio

' Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus'. 
 
 



Oremus Inter Nos

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012