Hari Raya Santa Perawan Maria diangkat ke Surga, 14 Agustus 2016

Why 12: 1-6  +  1Kor 15: 20-26  +  Luk 1: 39-56

 

 

 

Lectio

Setelah menerima kabar sukacita berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.  Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.  Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.  Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.  Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 

 

 

Meditatio

Maria menikmati kesukaan surgawi. Mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa Maria mendapatkan keistimewaan seperti itu? Maria mendapatkan keistimewaan seperti itu, karena seperti dikatakan oleh Elizabet sendiri, bahwa pertama : Maria itu terberkati 'di antara semua perempuan dan terberkatilah buah rahimnya'. Maria mendapat keistimewaan terangkat ke surga, karena dia seorang yang terpilih dan mendapatkan berkat yang melimpah dari Tuhan Allah sendiri. Dan yang kedua, Maria adalah seorang 'ibu Tuhan', seorang yang membiarkan Tuhan Allah tinggal dalam dirinya, dan membiarkan diriya sendiri digunakan oleh Allah. Inilah kedua alasan pokok mengapa Maria mendapatkan karunia surgawi yang sungguh-sungguh luar biasa.

Hari ini kita harus berani dan patut bersyukur atas karunia indah dan mulia itu. Apakah kita kelak juga menikmatinya? Pasti! Sebab bukankah kita telah berani ambil bagian dalam kematian dan kebangkitan Kristus, sebagaimana dikatakan oleh Paulus sendiri: 'sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya' (1Kor 15: 22). Inilah yang menjamin hidup kita anbil bagian dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Semuanya itu bisa terjadi karena iman kepercayaan kita kepadaNya. Elizabet pun semenjak semula sudah menyadari bahwa: 'berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'. Berbahagialah kita semua yang percaya kepada Kristus. Sebagaimana dinubuatkan Allah melalui Paulus.

Kalau Paulus menegaskan bahwa anugerah itu akan dinikmati oleh setiap orang menurut urutannya, kita ini urutan yang keberapa? Tidaklah penting kita berada pada urutan ke berapa. Demikian juga Maria atau penjahat yang disalib sebelah kanan Yesus yang menikmati karunia surgawi. Yang lebih penting dari semuanya itu adalah adanya jaminan mendapatkan kemuliaan surgawi bersama sang Putera sulung kebangkitan.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, buatlah kai semakin setia dalam menantikan kemuliaan surgawi sebagaimana telah dinikmati oleh Maria Bunda kami. Semoga segala kerinduan kami ini semakin menyemangati kami dalam giat bekerja dan giat belajar.

Santa Maria, doaknalah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'.  

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening