Jumat dalam Pekan Biasa XVIII, 5 Agustus 2016


Nah 3: 1-7 +  Mzm    +  Mat  16: 24-28

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus melanjutkan pengajaranNya kepada murid-murid-Nya: "setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?  Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya".

 

 

 

Meditatio

'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku', tegas Yesus kepada para muridNya. Orang-orang yang mau menjadi pengikutNya harus berani mengikuti Jalan Tuhan, jalan hidup yang dilakukan oleh Yesus sendiri, sebagaimana disabdakanNya kemarin, bahwa Anak manusia akan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh. Sebagaimana salib yang dipanggul Yesus, demikian para murid harus berani memanggul salib kehidupan sehari-hari. Mengapa orang harus memanggul salib kehidupan? Selain karena Yesus sendiri melakukannya, juga 'karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya'. Sebesar apapun usaha manusia, sebesar apapun perjuangan hidup seseorang tidak akan menghasilkan keselamatan dan menikmati hidup yang sesungguhnya. Mengapa? Pertama, karena secara kodrati kita manusia itu adalah fana, termakan oleh ruang dan waktu. Dan kedua, hanya dalam Tuhan Allah ada keselamatan. Orang yang berjuang hanya karena Allah, bahkan kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

'Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?', tegas Yesus. Apakah keselamatan yang dimaksudkan hanya kenyamanan hidup? Kalau memang hanya soal kenyamanan dan kemapanan hidup maka benar sungguh apa yang dikatakan Yesus tadi barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya. Keselamatan adalah soal damai, sukacita, cinta kasih, dan bukan semata-mata kenyamanan hidup sehari-hari. 'Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?'. Nyawa tidak tergantikan oleh harta benda. Yang rohani dan ilahi itu tidak akan tergantikan oleh aneka hal lahiriah, sebagaimana yang disukai dan menjadi kegemaran banyak orang.  'Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya'. Ketiadaan perhatian seseorang terhadap hal-hal rohani tentunya kerohanian diri akan kering. Ketiadaan seseorang mencari perkara-perkara di atas di mana Kristus bertakhta, sebagaimana diingatkan Paulus, membuat orang tenggelam dalam dunia, dan menjadi dunia. Setiap orang diajak untuk membuat dirinya nyaman hidup didunia ini, bukan saja nyaman dalam hal-hal duniawi, tetapi juga kehidupan surgawi. Benarlah apa yang disabdakan Yesus Minggu kemarin hendaknya kita menjadi juga orang-orang yang kaya di hadapan Allah.

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya'. Siapakah yang dikatakan Yesus ini?

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya sabdaMu hari ini semakin menyadarkan kami bahwa harta duniawi tidak mendatangkan keselamatan bagi kami, malahan sebaliknya membuat kami semakin terikat dan menjauh daripadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening