Jumat dalam Pekan Biasa XX, 19 Agustus 2016

Yeh 37: 1-14  +  Mzm 107  +  Mat 22: 34-40

 

 

 

Lectio

Suatu hari ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka  dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:  "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"  Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

 

 

 

Meditatio

'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi'. Inilah jawaban Yesus ketika seorang ahli Taurat bertanya kepadaNya: 'Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat'. Yesus bukan saja menunjukkan hokum yang terutama dalam hokum Taurat, melainkan juga seluruh kitab para Nabi. Semua nubuat nabi memuncak dan terpenuhi dalam hidup Yesus. Demikian juga hokum pertama dan utama di negara kita Indonesia bersumber pada hokum cinta kasih ini.

Menghayati Pancasila berarti menghayati hokum cinta kasih; demikian sebaliknya menghayati cinta kasih secara otomatis kita akan menjadi warga negara Indonesia yang pancasilais. Inilah PANCASILA hokum yang pertama dan utama di negara tercinta:

1.    Ketuhanan yang Maha esa

2.    Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

3.    Persatuan Indonesia

4.    Kerakyatanyang dipimpin oleh Hikmat/Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

5.    Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami menjadi warga negara Indoensia yang baik dan setia, yang menjaga kesatuan bangsa dan negara, dan tidak mencari kepuasan diri; dan terlebih menemukan Engkau sendiri dalam pergaulan sehari-hari dengan sesame kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

''Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening