Jumat dalam Pekan Biasa XX, 26 Agustus 2016


1Kor 1: 17-25  +  Mzm 33  +  Mat 25: 1-13

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: "pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.  Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.  Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,  sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!  Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.  Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.  Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.  Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.  Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!  Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.  Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya'.

 

 

 

Meditatio

'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya', pinta Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua. Berjaga-jaga berarti bertindak seperti gadis-gadis bijaksana yang membawa pelita dan juga minyak dalam buli-buli mereka, yang siap sedia waktu tengah malam orang-orang berseru: mempelai datang! songsonglah dia!. Karena kesiap siagaannya mereka  masuk bersama-sama dengan sang mempelai ke ruang perjamuan kawin. Tidaklah demikian dengan gadis-gadis bodoh yang hanya membawa pelita, dan dikatakan kepada mereka ketika pintu sudah tertutup aku tidak mengenal kamu. Berjaga-jaga adalah kewajiban bagi setiap orang untuk menikmati kemuliaan surgawi bersama Kristus Yesus sang Mempelai.

Namun kiranya menjadi orang bijak, bukanlah bertindak dan bersikap seperti orang-orang yang mengandalkan hikmat dunia, sebagaimana diandalkan oleh orang-orang Yunani, yang semata-mata mengandalkan hikmat insani, sebagaimana dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus. Menjadi seperti gadis-gadis bijak berarti mengikuti kemauan Tuhan yang datang secara mendadak, yang tidak mau diketahui kapan datangNya. Menjadi orang-orang bijak adalah keberanian untuk mengamini kemauan Tuhan dan bukannya kemauan diri sendiri. Sebab Kristus adalah hikmat dan kekuatan Allah (1Kor 1: 24). Mengamini sabda dan kehendak Kristus berarti mengamini hikmat dan kekuatan Allah.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu menjadi pribadi yang bijak dalam mengamini sabda dan kehendakMu, sehingga kamipun kedapatan setia dan siap dalam menantikan kedatanganMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya'.

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012