Kamis dalam Pekan Biasa XIX, 11 Agustus 2016

Yeh 12: 1-12  +  Mzm 78  +  Mat 18:21 – 19:1

 

 

 

Lectio

Suatu hari datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"  Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.  Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

 

 

 

Meditatio

'Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?', tanya Petrus kepada Yesus. Hebat kali pertanyaan Petrus ini. Apakah dia memang sudah terbiasa untuk memaafkan dan mengampuni salah sesamanya? Atau memang malah sebaiknya, Petrus merasa berat memaafkan kesalahan sesamanya? Atau Petrus hanya mewakili para murid lain yang hendak menanyakan hal itu kepada Yesus? Angka dan jumlah tujuh adalah sempurna adanya.  Yesus berkata kepadanya: 'bukan! Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali'. Berkali-kali dan berulang-ulang kita harus berani memaafkan dan memafkan kesalahan sesame kita. Hendakanya kita mempunyai jiwa pengampun. Hendaknya kita tidak jemu-jemunya memaafkan sesame yang seringkali bersalah kepada kita. Mengapa? 

'Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: bayar hutangmu!  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya'. Sebuah perumpamaan yang kiranya amat mudah kita mengerti. Tuhan Bapa di surge bagaikan raja yang murah hati. Kita semua adalah para hamba raja yang mempunyai hutang kepada sang raja. Kalau raja saja mau membebaskan hutang hidup, karena memang banyaknya hutang yang harus kita pertanggungjawabkan, hendaknya kita juga berani melepaskan hutang salah sesame kita. Bukankah kita juga ingin menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih.

'Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu', tegas Yesus. Yesus berkata demikian, karena memang kita telah menerima banyak dari Tuhan. Kasih dan pengampunanNya telah banyak kita nikmati. Sebagai orang-orang yang tahu berterima kasih, amatlah baik kalau kita berani berbagi apa yang telah kita terima daripadaNya. Bukankah kita telah menerima dengan cuma-cuma, maka hendaknya kita juga berbagi secara sukarela, sebagaimana dikatakan oleh santo Paulus?  Bukankah kita juga hendaknya menjadi sarana keselamatan bagi sesame? Tuhan Allah sepertinya tidak segan-segan kembali menghukum kita, dan menjadikan orang-orang terhukum, kalau memang kita tidak berani berbagi kasih terhadap sesama. Kasih pengampunan yang menyelamatkan telah kita terima dari Tuhan Yesus karena karya penebusannya, maka hendaknya kita berani memaafkan kesalahan kecil sesame dalam pergaulan sehari-hari.

Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami ingin sekali mempunyai jiwa pengampun, yang memahami keberadaan sesame, yang mudah memaafkan kesalahan sesame, sehingga kami semakin menikmati kasihMu yang menyelamatkan itu dalam kebersamaan hidup kami. Amin.

 

 

Contemplatio

'Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu'.

 












Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012