Kamis dalam Pekan Biasa XX, 18 Agustus 2016

Yeh 36: 23-28  +  Mzm 51  +  Mat 22: 1-14

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:  'Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.  Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.  Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.  Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,  dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.  Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.  Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.  Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih'.

 

 

 

Meditatio

Ada seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.  Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Tidak diketahui alasan mereka untuk tidak datang.

Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.  Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.  Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.  Beberapa orang tidak mau datang. Mereka sibuk sendiri dengan tugas keseharian mereka. Jahatnya lagi, mereka bukan saja tidak mau datang, malah juga membunuh orang-orang yang diutus sang raja. Layaklah sang raja geram terhadap mereka.

Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.  Ia berkata kepadanya: hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Kegembiraan sang raja seharusnya terjadi dengan indahnya, karena pesta yang diadakan penuh adanya, tetapi tidaklah demikian jika ada orang yang tidak mau terima kasih dan tidak mau menempatkan diri sebagaimana adanya. 'Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih'. Semuanya bisa terjadi seperti ini karena ketidak mau tahuan seseorang  terhadap panggilan dan kehendak Tuhan yang menyelamatkan.

Bagaimana kita membandingkan kemauan Tuhan yang diungkapkan dengan perumpamaan ini  dengan kehendakNya yang dinubuatkan oleh nabi Yehezkiel dalam (Yeh 36: 23-28)? Kemauan Tuhan seperti inilah yang juga mengalami penolakan dari orang-orang, umat yang dikasihiNya. Kita pun tidak termasuk mereka, bila kita selalu mengamini sabda dan kehendak Tuhan tentunya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur Engkau mengundang kami ke dalam perjamuanMu. Kiranya kami dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut pestaMu dan menjadi bagian dari yang sedikit itu. Amin

 

 

Contemplatio

'Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening