Kamis dalam Pekan Biasa XXII
1 September 2016
1Kor 3: 18-23  +  Mzm 24  +  Luk 5: 1-11
 
 



 
Lectio

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."  Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."  Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."  Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.
 
 



Meditatio

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.  Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Yesus mampu menempatkan diri dalam mengajar banyak orang. Banyak orang datang dan mendengar pengajaranNya. Yesus duduk di perahu, agar dapat mengajar dengan leluasa, dan supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya (Mrk 3: 9) di tengah-tengah kerumunan mereka.
 
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: 'bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan'. Kenapa Yesus tiba-tiba berkata demikian? Apakah Dia merasa lapar, sehingga meminta para muridNya untuk menangkap ikan?  Simon menjawab: 'Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa'. Simon berkata demikian, karena dia bersama para murid lainnya adalah para nelayan. Mereka lebih berpengalaman dari Yesus dalam mencari ikan. Bukankah mereka baru saja membuktikan bahwa semalaman bekerja dan tidak mendapatkan apa-apa?  Karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga, inilah kata-kata seorang yang penuh iman. Karena Tuhan menghendaki maka dia berani melakukan sebuah pekerjaan yang sia-sia dan tak mungkin dilakukan lagi. Iman membuat seseorang berani melakukan segala pekerjaan di luar perhitungan biasa. Dan sungguh, setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, segalanya bisa terjadi dengan indahnya. Tidak ada yang impossible, bagi saya segala bisa terjadi, I'm possible.  Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: 'Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa'. Sebuah pengakuan tobat yang diucapkan seorang Simon. Kenapa? Karena memang dia merasa lebih tahu dan lebih pandai, bahkan lebih berpengalaman dibanding sang Guru.  Sepandai-pandainya seorang manusia tidak ada yang mampu menyamai dan bahkan mengatasi Tuhan. Bukankah pengetahuan Simon itu sebatas hikmat duniawi yang memang menjadi kebodohan bagi Allah (1Kor 3: 19), sebagaimana dikatakan Allah sendiri melalui santo Paulus?  Semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kedua orang hebat ini, Yakobus dan Yohanes sepertinya harus berani mengakui bahwa segala yang indah bisa terjadi dalam Yesus Kristus, dan itu bisa dinikmati oleh setiap orang yang percaya kepadaNya, termasuk orang-orang yang sering diperhitungkan dari aneka komunitas yang ada.

'Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia', tegas Yesus kepada para muridNya. Tugas baru diberikan oleh Yesus kepada para muridNya, bukan lagi sebagai panjala ikan tetapi sebagai penjala manusia. Tugas mereka adalah mengajak, mencari dan mengikut sertakan setiap orang untuk menikmati keselamatan. Para murid diundang untuk menangkap setiap orang dan mengajaknya masuk dalam Kerajaan Surga untuk dinikmati oleh Allah. Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. Mereka tidak menikmati sedikitpun apa yang telah mereka peroleh. Semua ditinggalkan lalu mengikuti Kristus, sang Guru dan Tuhan atas segala yang hidup. Mengikuti Yesus lebih indah rasanya daripada hanya menikmati hasil tangkapan jala mereka. Mengikuti Yesus berarti menunjukkan keinginan untuk mengikuti segala yang indah lainnya, yang amat mungkin terjadi karena Kristus sendiri.
 
 


 
Oratio

Ya Yesus Kristus, tidak ada yang sia-sia bagiMu. Perteguh iman kami kepadaMu agar semakin berani menaati perintahMu yang mendatangkan berkat, dan juga keselamatan bagi banyak orang. Amin
 
 



 
Contemplatio

'Karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga'.
 








Oremus Inter Nos

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening