Pesta Yesus menampakkan KemuliaanNya, 6 Agustus 2016

2Pet 1: 16-19  +  Mzm 97  +  Luk 9: 28-36

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.  Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.  Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.  Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.  Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.  Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.  Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."  Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Kemanakah Sembilan murid yang lain? Mengapa hanya tiga orang yang diajakNya? Apakah Yesus pilih kasih terhadap para muridNya?  Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.  Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.  Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Yesus menampakkan kemuliaanNya. Kehadiran Musa dan Elia semakin menyatakan bahwa kehadiran Yesus benar-benar melanjutkan dan menggenapi segala yang dinubuatkan para nabi dalam Perjanjian Lama. Dia yang berasal dari Surga menampakkan siapakah diriNya. Yesus bercengkerama dengan para nabi, karena Yesus kenal dengan mereka, terlebih karena Dialah sang Kehidupan itu sendiri.  Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu. Para  murid tertidur. Mengapa Yesus tidak mengajak mereka berdoa bersama?

Ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: 'Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia'. Kenapa ketika kedua nabi hendak pergi, Petrus baru hendak mendirikan kemah? Mengapa tidak semenjak awal Petrus sudah mengatakan hal itu? Apakah dengan kepergian kedua nabi besar itu Yesus tidak lagi menyatakan kemuliaanNya? Apakah ketiga murid mengira bahwa Yesus menampakkan kemuliaanNya hanya karena kedua tamu besar itu? Apakah alasan Petrus hendak mendirikan kemah hanya ingin agar kemuliaan itu tidak cepat selesai, melainkan malah terus berlangsung?  Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Pernyataan ini apakah hanya pernyataan dari sang penginjil sendiri tentang ketidakmampuan menemukan sikap Petrus?  

Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Apa yang akan terjadi itulah yang menjadi alasan ketakutan para murid tentunya. Apakah Petrus memikirkan bahwa semuanya ini sekarang terjadi karena ucapannya tadi?  Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: 'inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia'. Allah Bapa di surga menyatakan siapakah Yesus Kristus itu. Setiap orang hendaknya berani mendengarkan Dia. Bapa tidak memilih yang lain, Bapa hanya memilih sang Putera agar turun ke dunia dan memperdengarkan suaraNya. Sebab ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri, tidak ada Musa, tidak ada Elia. Keindahan dan kemuliaan yang dirindukan Simon Petrus dan para murid hanya bisa terjadi bila mereka berani mendengarkan suara Tuhan, sabda kebenaran dan kehidupan.  

Murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu. Para murid bertindak begitu tentunya karena perintah Yesus sendiri yang selalu melarang memberitahukan segala yang mereka lihat, dan bukan yang mereka dengar. 'Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu' (2Pet 1: 18). Kesaksian Petrus yang menyatakan apa yang mereka dengar ketika Yesus menyatakan kemuliaanNya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kamipun seringkali tidak bisa memahami tugas perutusanMu yang diberikan sang Bapa. Kami hanya terlena dengan kesenangan sesaat dan terus ingin menikmatinya di dalamnya. Ampunilah kami ya Yesus, agar kami dapat memahami bahwa Engkau datang demi keselamatan umat manusia dan kami semakin berani mendengarkan sabdaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia'.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening