Sabtu dalam Pekan Biasa XX, 20 Agustus 2016


Yeh 43: 1-7  +  Mzm 85  +  Mat 23: 1-12

 

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 'ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.  Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.  Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.  Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;  mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.  Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.  Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.  Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 

 

 

Meditatio

'Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.  Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu', tegas Yesus kepada para muridNya dan orang-orang yang mendengarkan pengajaranNya. Mereka semua harus taat pada perintah dan pengajaran para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka mempunyai kuasa mengajarkan hukum Taurat dan kitab para Nabi. Tradisi Yahudi, bangsa Israel yang terpilih akan terus berlangsung dalam kepemimpinan  para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Para Saduki tidak termasuk dalam keberlangsungan tradisi Israel. 'Tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya', tambah Yesus. Perbuatan-perbuatan yang mana itu?

Pertama, 'mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya'. Mereka hanya pandai menyuruh dan menyuruh, tetapi tidak pernah mau melakukan. Mereka bahkan menyuruh orang melakukan tugas yang amat berat, yang tidak pernah mereka lakukan sendiri. Mereka hanya ingin menyengsarakan orang lain.  Kedua, kalau tokh melakukan suatu pekerjaan, 'semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang'. Mereka sangat munafik.  'Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;  mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil guru'. Apakah dengan berbicara demikian, Yesus membicarakan kelemahan dan kesalahan sesama? Yesus tidak membicarakan dan mencari kelemahan dan dosa umatNya; sebaliknya Yesus meminta agar para murid tidak jatuh dalam kesalahan dan dosa yang sama. Malah Yesus mengajak para muridNya, dan semua orang yang percaya kepadaNya untuk berani melayani dan melayani.

Pertama,  'janganlah kamu disebut guru; karena hanya satu Gurumu dan kamu semua adalah saudara'. Yesuslah sang Guru, dan hanya padaNyalah kita harus berani belajar tentang kehidupan. Dia malah mengundang kita datang kepadaNya. Datanglah kepadaKu, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Belajarlah daripadaKu, sebab Aku lemah lembut dan murah hati.  Kedua, 'janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga'. Yesus malah mengajak kita semua para muridNya untuk selalu melakukan kehendak Bapa, karena memang Dia sendiri datang hanya untuk melaksanakan  kehendak Bapa yang mengutusNya. Ketiga, 'janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias'.  Yesus mengingatkan bahwa diriNya hanyalah seorang Pemimpin, karena memang Dia mengarahkan setiap orang untuk mengasihi Tuhan Allah yang Esa. Yesus selalu mengarahkan seluruh orang agar semakin percaya kepada Tuhan Bapa di surga (Yoh 11).

'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'. Permintaan Yesus ini mengajak kita untuk semakin menjadi sesama bagi orang lain. Apa yang dikatakan Yesus hari ini benar-benar telah disadari Maria, sungguh  ketika dia melambungkan kidungnya. 'Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa' (Luk 1).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami untuk tidak menjadi munafik dalam hidup kami sehari-hari, tetapi mampukan kami untuk melakukan kehendakMu dengan mengasihi dan menjadi sesama bagi orang lain. Amin

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012