Selasa dalam Pekan Biasa XIX, 9 Agustus 2016

Yeh 2: 8-15  +  Mzm 119  +  Mat 18: 1-5.10.12-14

 

 

 

Lectio

Suatu hari datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"  Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka  lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.  Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?  Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.  Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."

 

 

 

Meditatio

          'Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?', Tanya para murid kepada Yesus. Mengapa mereka bertanya seperti itu? Apakah mereka sudah yakin, kalau mereka akan menikmati Kerajaan Surga kelak? Mendengar pertanyaan mereka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka  lalu berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga'. Yesus mengingatkan mereka, bukan soal siapa yang terbesar, melainkan siapakah yang memang layak dan pantas masuk Kerajaan Surga. Mereka yang masuk Kerajaan surga pertama, adalah orang-orang yang mau dan mau bertobat. Bertobat adalah kemauan untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Bertobat adalah kerinduan untuk selalu bersama Tuhan. Tentunya orang-orang semacam inilah yang akan menikmati kehadiranNya yang meraja itu.  

Kedua, menjadi seperti kecil berarti orang yang selalu merunduk dan merunduk kepada kehendak kedua orangtuanya. Ketaatan pada orangtua adalah penyataan bahwa hendaknya kita selalu mentaati kehendak dan kemauan Bapa di surga. Orang-orang yang bertobat dan selalu mengamini kehendak Tuhan adalah mereka yang masuk Kerajaan Surga. Mereka akan duduk di samping kanan dan kiri Yesus dalam kemuliaan sebagaimana diinginkan oleh ibu Zebedeus, orangtua Yohanes dan Yakobus. Menaati kehendak Tuhan bagi setiap orang yang ingin menikmati hidup ini dengan sukacita, Yehezkiel menggambarkannya dengan makan alkitab (Yeh 2:8 – 3:4). Melakukan kehendak Tuhan adalah sebuah kebutuhan kodrati bagi setiap orang yang menghendaki keselamatan dalam hidupnya. 'Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga'. Mereka yang terbesar dalam Kerajaan Surga sepertinya adalah orang-orang yang mau menjadi pelayan bagi sesamanya. Bukankah Yesus sendiri pernah mengatakan: 'barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu; dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan' (Mat 23: 12). Merendahkan diri dalam hidup bersama saja menjadi perhatian Tuhan Yesus, tentunya juga dalam Kerajaan Surga.

Untuk menikmati kerajaan Surga seseorang harus bersikap seperti anak kecil, sebaliknya: 'barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku'. Mengapa? Karena memang Dia hadir dalam diri sesama kita, terlebih mereka yang berkekurangan. Segala yang engkau lakukan untuk saudaramu yang paling hina ini, engkau melakukannya bagiKU. Bukankah  anak kecil adalah seorang yang tak berdaya? Bukankah memang seorang anak kecil adalah dia yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian kasih sayang kita?  'Ingatlah', tegas Yesus,  'jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga'. Mengapa Yesus mengeluarkan sebuah ancaman? Apakah mengganggu anak kecil mendatangkan kebinasaan bagi kita? Perhatian terhadap anak-anak kecil adalah perhatian bagi setiap orang yang mengatakan dirinya telah dewasa.

'Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?  Dan Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat'. Yesus membuat pertanyaan dan dijawab sendiri. PertanyaanNya amatlah mudah dimengerti banyak orang. Tidak seorang pun yang ingin kehilangan sesuatu yang dimiliki. Setiap orang itu posesif. 'Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'. Pertobatan bukan saja kerinduan seorang anak manusia kepada Tuhan Allah, melainkan karena Allah sendiri menghendaki. Bukankah setiap orang tercipta dan mereka adalah milik Allah? Keberanian setiap orang mengatakan bahwa Allah adalah sang Pencipta, maka terkandung pengakuan bahwa hidup ini pemberian dari Allah, karena sang Pencipta dan Dialah sang Empunya kehidupan ini. Kita manusia tinggal mempertanggungjawabkan di hadapanNya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kasihMu yang begitu besar di dalam hidup kami, Engkau memperhatikan dan mengenal kami, tidak Kau biarkan satupun kami terlepas dari tanganMu. Mampukan juga kami dalam berbagi kasih dan perhatian kepada sesama, terutama mereka yang berkekurangan, supaya kamipun kelak layak menikmati kerajaan surga bersama Engkau. Amin

 

 

Contemplatio

'Demikian Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'.

 

 





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012