Selasa dalam Pekan Biasa XX, 16 Agustus 2016

Yeh 28: 1-10  +  Mzm  +  Mat 19: 23-30

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."  Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"  Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"  Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.  Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 

 

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga', kata Yesus menyambung persoalan orang muda itu. Kita mencoba melihat pada persoalan harta benda yang melekat pada diri kaum muda. Orang yang mempunyai banyak harta akan mengalami kesulitan masuk Kerajaan Surga, 'lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah', tegas Yesus. Mengapa? Sebenarnya bukan harta bendanya, sebab mereka barang mati yang tidak bisa berkata-kata. Orang kaya yang mengalami kesulitan masuk Kerajaan Surga adalah mereka yang melekatkan dan menyatukan dirinya dengan kekayaan. Mereka tidak mau memisahkan diri dengan harta yang dimilikinya. Mereka menenggelamkan di di bawah kekuasaan harta benda, dan tidak mau memandang Tuhan lagi sang Empunya kehidupan.

Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: 'jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?'.  Mengapa para murid bertanya demikian? Apakah banyak orang kaya memang pada waktu itu, sehingga pertanyaan mereka meragukan adanya orang-orang yang diselamatkan?  Yesus memandang mereka dan berkata: 'bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin'. Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka. Yesus sepertinya hanya menegaskan bahwa memasuki Kerajaan Surga memang orang harus berani menderita,  'untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara' (Kis 14: 22). Orang yang menenggelamkan diri dalam kekayaan adalah orang yang tidak mau bersengsara dan memanggul salib kehidupan.

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: 'kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?'. Apa maksud pertanyaan Petrus ini? Apakah dia menuntut kepada sang Guru, karena keberanian mereka mengikutiNya? Kalau orang yang menenggelamkan diri dalam kekayaan akan mengalami kesulitan masuk surga, bagaimana dengan mereka yang melepaskan diri dari segala harta yang mereka miliki, malahan meninggalkan segala milik mereka?  Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, pertama, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel'. Para murid akan menjadi hakim dari keduabelas suku Israel. Mereka secara sengaja hanya dipilih duabelas orang sebagaimana suku-suku Israel. Kedua, 'setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal'. Mereka yang lepas bebas dari aneka keterikatan yang semuanya dilakukan demi namaNya yang kudus akan mendapatkan ganjaran seratus kali lipat dari segala yang ditinggalkannya. Namun mengapa ganjaran seratus kali lipat itu tidak menarik hati banyak orang? Mengapa hanya beberapa orang yang rela mengikuti dan mengaminiNya daripada mereka yang ratusan jumlah umatNya? Apakah tidak menarik jaminan yang diberikan oleh Allah itu. 'Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu', tambah Yesus memurnikan keinginan setiap orang yang mau meninggalkan segala-galanya. Tuhan Yesus memang menjanjikan ganjaran seratus kali lipat, tanpa mereka yang berhenti pada ganjaran-ganjaranNya malahan sepertinya tidak akan mendapatkan apa-apa. Bisa saja seseorang meninggalkan segala-galanya tetapi, hanya demi kenyamanan diri, atau karena memang takut menghadapi kenyataan sebagaimana dirasakan oleh orang muda kaya, maka sia-sialah semuanya.

'Banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'. Apakah penyataan Yesus ini guna mengantisipasi setiap orang agar tidak lupa daratan akan segala kebaikan yang dinikmatinya? 'Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.  Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong' (Yeh 28: 1-4). Yesus mengingatkan itu semua agar nubuat melalui Yehezkiel tidak terucapkan lagi kepada kita orang-orang yang ditebusNya?

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar tidak terikat dan mengutamakan harta kekayaan di dunia ini, tetapi mampu melepaskannya demi kemuliaan namaMu. Supaya kamipun memperoleh ganjaran keselamatan tak ternilai yang Kau sendiri janjikan kepada setiap orang yang mau mengikuti Engkau. Amin

 

 

Contemplatio

'Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening