Selasa dalam Pekan Biasa XXI, 23 Agustus 2016

2Tes 2: 1-3  +  Maz 96  +  Mat 23: 23-26

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus orang Farisi dan ahli-ahli Taurat: 'celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih'.

 

 

Meditatio

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan'. Inilah sabda celaka ke empat yang Yesus lontarkan pada orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka mementingkan pungutan pajak yang harus dibayar atas sayur-sayuran, tetapi mereka melalaikan hal besar dan terpenting yaitu belaskasih. Mereka mementingkan pungutan pajak itu, karena mereka mendapatkan keuntungan dari pajak itu. Mereka pasti menggunakan ayat-ayat kitab suci untuk mengeruk keuntungan. Sebaliknya keadilan dan belaskasih mereka abaikan, karena memang mereka tidak melakukannya. Mereka tidak mendapatkan keuntungan daripadanya. Malah sebaliknya mereka harus berani memberi dan memberi karena kedudukan mereka dalam infrastruktur tradisi Israel. Sebagai orang-orang yang duduk di kursi Musa, mereka seharusnya melayani dan melayani umat Israel, dan bukan sebaliknya. Mereka bukanlah orang-orang yang setia dalam ajaran yang mereka ajarkan. Mereka benar-benar kaum munafik.

'Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan'. Sebuah penyataan betapa jahat dan rakusnya orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka benar-benar buta, karena tidak lagi bisa membedakan satu dengan lainnya, terlebih untuk memilih yang baik.  

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih'. Peringatan kepada para muridNya bahwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat hanya ingin mendapatkan pujian, bila melakukan segala sesuatu, diulangi lagi dalam ungkapan metaforis ini. Mereka hanya mengutamakan tindakan-tindakan lahiriah, dan yang batiniah tidak dilakukannya. Abundantia os loquitur, apa yang ada dalam hatinya terungkap dalam kata-kata seseorang. Pepatah Latin ini sepertinya dipahami sungguh oleh kaum Fairsi sehingga mampu bersembunyi dari kenyataan itu, malah mereka menampilkan yang indah dan baik. Kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah pemain-pemain sandiwara.

Sebagai orang-orang 'yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kita untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kita dan dalam kebenaran yang kita percayai' (2Tes 2: 13), Paulus mengajak kita untuk bersikap dan bertindak jujur di hadapan Tuhan dan sesama. Mengapa kita harus menipu diri dan malah tidak bersikap jujur? Bukankah keselamatan sudah kita miliki? Tuhan Allah tidak akan memberkati kita, malah menegur dan mengecam keras, bila kita berbuat jahat sebagaimana dilakukan orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat, sebaliknya  Allah akan selalu 'menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik'. Perbuatan baik yang keluar dan meluap dari kedalaman hati akan mendatangkan rahmat dan berkat Tuhan sendiri.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur lewat baptisan kami telah menerima rahmat keselamatan daripadaMu. Kiranya hal itu tidak membuat kami menutup hati terhadap belaskasih kepada sesama, sehingga apa yang kami lakukan hanyalah sekedar upacara yang tampak bagus di luarnya saja. Sertai dan kuatkanlah kami selalu ya Yesus. Amin

 

 

Contemplatio

'Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012