Senin dalam Pekan Biasa XIX, 8 Agustus 2016

Yeh 1: 2-5  +  Mzm 148  +  Mat 17: 22-27

 

 

 

Lectio

Suatu hari pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia  dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali. 

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?"  Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?"  Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

 

 

 

Meditatio

'Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia  dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan', tegas Yesus kepada para muridNya. Semua berdiam, dan tidak ada yang memberi komentar. Apakah Petrus takut berkata-kata lagi? Atau memang sekarang dia sudah menyadari jalan Tuhan yang harus dilalui oleh sang Guru? Semua berdiam, dan hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.  Hati para murid sedih, karena sulit mengerti jalan hidup yang harus dilalui oleh sang Guru mereka. Gambaran tentang penderitaan dan kematian itulah yang membuat mereka duka, dan tak mau berkata-kata.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: 'apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?'. Yesus sepertinya sudah terkenal sebagai seorang guru. Dia mempunyai banyak pengikut, dan sering mengajar di bait-bait Allah. Wajarlah kalau, sang Guru satu ini harus membayar pajak untuk gereja atau bait Allah. Atau pun sebagai anggota jemaat pada waktu itu patutlah menjaga kebersihan bait Allah dengan membayar pajak untuk bait Allah. Entah kenapa pemungut bea itu bertanya, apakah Yesus terlambat membayar? Atau mungkin sekedar bertanya?  Jawabnya: 'memang membayar'. Petrus bisa menjawabnya, karena dia pasti tahu apa yang dikerjakan oleh sang Guru.

Ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: 'apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?'. Yesus bertanya seperti itu, apakah karena Dia mendengar apa yang dibicarakan oleh Simon Petrus dengan pemungut pajak tadi?  Jawab Petrus: 'dari orang asing!'. Mengapa dari orang asing? Namun itulah system pada saat itu tentunya. Apakah Yesus juga dianggap orang asing  bagi orang-orang Kapernaum? Bukankah Dia orang Nazaret? Namun bukankah Yesus sering tampil di Kapernaum? Maka kata Yesus kepadanya: 'jadi bebaslah rakyatnya'. Yesus pun tahu system pajak itu, dan Dia membenarkannya. 'Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga', tegas Yesus. Tidak ada kesulitan hidup bersama Yesus. Dia menyediakan segala-galanya. Mengapa Yesus tidak meminta Yudas Iskariot? Bukankah dia seorang bendahara bagi komunitas mereka?

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, berkatMu selalu menyertai bagi setiap yang percaya dan berharap kepadaMu. Maka teguhkanlah iman kami kepadaMu, agar senantiasa mengamini sabda dan kehendakMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya'.

 

 

 

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012