Senin dalam Pekan Biasa XXI, 22 Agustus 2016

2Tes 1: 1-5,11-12 + Maz 96 + Mat 23: 13-22

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus mengecam mereka yang mendengarkanNya: 'celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.

Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.
Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya'

 

 

Meditatio

Dalam ajaranNya Yesus melontarkan kata-kata celaka sampai beberapa kali sebagai ungkapan kesedihan atas sikap hidup orang Farisi dan ahli Taurat yang buruk dan akibat yang akan ditimbulkannya. 'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat'. Inilah sabda celaka paling mengerikan yang dilontarkan Yesus kepada orang Farisi dan ahli Taurat, bahwa mereka menutup pintu-pintu kerajaan Sorga di depan orang. Apakah maksudnya menutup pintu-pintu kerajaan Sorga di depan orang lain? Karena sikap mereka yang jauh dari kasih? Yang hanya bisa menyuruh tetapi mereka sendiri tidak melakukannya? Sehingga membuat orang lainpun jatuh dalam dosa karena perbuatannya?

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri'.  Mengapa Yesus berkata seperti itu? Apa yang dimaksud dengan mentobatkan satu orang menjadi penganut agamamu dan sesudah bertobat, menjadikan dia orang neraka yang dua kali lebih jahat dari dirimu sendiri? Apakah dikarenakan mereka membawa orang bertobat untuk agamanya tetapi bukan kepada Allah? Dengan ajaran dan hukum-hukum yang mereka buat? Apakah bertobat berarti mengikuti kemauan diri seseorang atau komunitas tertentu?

'Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ'. Menurut Yesus, mereka menjadi bodoh dan buta karena mencoba menakut-nakuti orang yang mengucapkan sumpah atas Bait Suci dengan menggesernya ke hal yang tidak penting, emas dan persembahan. Mereka memang sepertinya membuat sikap dan tindakan seperti hanya untuk mencari kepuasan diri dan mendapatkan keuntungan daripadanya. Padahal 'barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya'. Allah mendengar setiap yang diucapkan dan niat yang ada di dalam hati manusia.

Memang sebuah tamparan apa yang dikatakan Yesus bagi para pelayan umat yang mencari kepuasan diri dalam pelayanan terhadap umat yang dipercayakan kepada mereka. Sebab bukankah pelayanan itu berarti memberi dan memberi? Kita memang tidak boleh menuntut dan menuntut orang-orang yang kita layani, tetapi malah sebaliknya kita harus berani bersyukur bila melihat segala yang indah dan baik yang terjadi dalam diri orang-orang yang kita layani. Kita harus bangga kalau mereka dapat menyatakan diri sebagai umat Allah. Itulah yang Paulus katakan pada jemaat di Tesalonika: 'kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu' (2Tes1:3-5).

Kapan kita harus berani bersyukur? Kapan kita harus berani menegur sesama? Tentunya kalau kita selalu mengandalkan kekuatan dari Tuhan, maka segala akan terjadi tepat pada waktunya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu berbuat kasih dengan tulus, bukan untuk mendapatkan nama atau kehormatan yang cenderung membuat kami lupa diri dan jatuh dalam dosa. Tetapi kami mampu menghadirkan kemuliaanMu di dalamnya dan membuat semakin banyak orang tertarik datang kepadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening