Jumat dalam Pekan Biasa XXV, 23 September 2016


Pkh 3: 1-11  +  Mzm 144  +  Luk 9: 18-22

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"  Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit."  Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Mengapa Yesus berdoa seorang diri? Mengapa Yesus tidak pernah mengajarkan para muridNya berdoa bersama? Yesuspun terpaksa mengajarkan doa Bapa Kami kepada para muridNya, karena mereka memintaNya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: 'kata orang banyak, siapakah Aku ini?'. Mengapa Yesus tiba-tiba bertanya seperti itu kepada para murid? Adakah persoalan khusus?  Jawab mereka: 'Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit'.  Berita seperti inilah yang diterima juga oleh Herodes, yang membuat dia semakin gelisah mendengar keberadaan Yesus. Ketidakmampuan kita untuk berkata-kata tentang Kristus juga sepertinya membuat orang semakin gelisah dan galau. Jawaban apakah yang harus kita katakan tentang Yesus, kalau ada seseorang bertanya kepada kita?

Yesus bertanya kepada mereka: 'menurut kamu, siapakah Aku ini?'. Kalau mereka mengatakan pengenalan banyak orang tentang  diriNya, kini Yesus langsung bertanya tentang pengenalan diri para murid kepada diriNya.  Jawab Petrus: 'Mesias dari Allah'. Sebuah jawaban yang amat sempurna, dan Yesus tidak bertanya lagi kepada para murid. Yesus tidak bertanya kembali, karena memang sepertinya jawaban itulah yang diharapkanNya. Sebab memang Yesuslah yang datang dari Allah. Dia adalah Allah yang menjadi manusia. Tidak ada orang sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Dia. Yesus pun sepertinya sadar sungguh, bahwa Simon Petrus dapat berkata seperti itu, karena kasih karunia Bapa sendiri yang telah diterimanya.  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Mengapa? Sebab, 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga'. Yesus meminta para murid dan semua orang yang mendengarkan pengajaranNya untuk berani merenungkan tentang diri Mesias. Sebab Mesias yang datang ke tengah-tengah umatNya adalah  Dia yang harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh. Dia bukanlah pahlawan seperti yang digambarkan banyak orang. Anak Manusia adalah Mesias yang harus mengakhiri hidupNya di kayu salib. Kematian adalah peristiwa yang mengakhiri hidupNya di dunia, walau tak dapat disangkal akan dibangkitkan pada hari ketiga, akibat langsung dari kematianNya itu. Yesus tidak menjelaskan mengapa Dia harus menanggung banyak sengsara, mengapa Dia harus mengakhiri hidupNya di kayu salib. Yesus mengajak setiap orang untuk merenungkan, agar pada akhirnya setiap orang akan mengaku bahwa Dialah Allah, dan meminta Dia mengingat kita bila Dia datang sebagai Raja.

Benarlah apa yang dikatakan kitab Pengkotbah juga: 'Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir' (Pkh 3: 11). Dalam kehidupan manusia ada siang dan malam, ada sakit dan sehat, ada baik dan jahat, ada saat kaya ada juga saat miskin. Segala-galanya ada waktunya. Anak Manusia datang ke dunia juga mengikuti aliran waktu. Ada kelahiran dan ada kematian, ada sengsara dan ada kemuliaan, ada kematian dan ada kebangkitan. Semuanya dinikmati juga oleh anak Manusia, karena memang Dia itu sungguh-sungguh Allah dan sungguh Manusia.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkaulah Penyelamat yang datang dari Allah, bantulah kami agar mampu mengenali Engkau, dan juga memberitakan pada orang lain bahwa Engkaulah Mesias, yang mau wafat disalib guna penebusan dosa umat manusia. Amin

 

 

Contemplatio

'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga'.

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening