Jumat dalam Pekan Biasa XXVI, 30 September 2016


Ayb 38: 12-21  +  Mzm 139  +  Luk 10: 13-16

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali  Yesus berkata: 'celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.  Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.  Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!  

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku'.

 

 

 

Meditatio

'Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!', kecaman Yesus yang amat keras kepada dua kota itu. Mengapa Yesus sampai berkata-kata seperti itu? 'Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung'. Tidak ada pertobatan di antara orang-orang Kapernaum dan Betsaida. Walau tak dapat disangkal Yesus sering mengadakan mukjizat di tempat itu. Mengapa Yesus tidak menegur ketika Dia mengadakan mukjizat dua tiga kali langsung menegur mereka kalau memang mereka tidak mau bertobat? Ketidakmauan seseorang bertobat akan mendatangkan hukuman. 'Pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu', tegas Yesus. Sebaliknya memang pertobatan seseorang membuat sukacita surga semakin bersemarak. 'Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!'. Kapernaum sepertinya juga termasuk orang-orang yang tidak tahu berterima kasih. Apakah Yesus membuat aneka mukjizat di ketiga kota itu hanya ingin menunjukkan segala kuasa yang dimilikiNya? Apakah ketiga kota hanya dijadikan proyek percontohan Yesus?

'Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku'. Penegasan Yesus ini hendak membalik pernyataan sebelumnya, yakni barang siapa menerima para muridNya berarti menerima Dia yang mengutus mereka. Mendengarkan pewartaan Injil Kerajaan Allah memang berarti kita mendengarkan Tuhan Yesus sendiri yang bersabda; yang tentunya mendengarkan Bapa sang Empunya kehidupan. Sebab bukankah Yesus itu Sabda Allah sendiri? Mengapa kita perlu mendengarkan sabda Tuhan? Ayub mengingatkan, karena ketidakberdayaan kita dalam mempengaruhi gelombang kehidupan ini (Ayb 38), ada baiknya kalau kita mendengarkan sabdaNya dan memohon pertolongan daripadaNya; dan itu harus kita awali dengan berani membaca kitab suci. Sebab dengan membaca dan mendengarkan kitab suci berarti kita berusaha mengenal dan mendekati Tuhan sendiri. Itulah yang dinasihatkan oleh santo Hieronimus.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar semakin berani membaca Kitab Suci dan mengenal Engkau. Supaya kamipun dapat mewartakan keselamatan Allah bagi banyak orang.

Santo Hieronimus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku'.

 

 

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012