Kamis dalam Pekan Biasa XXV, 22 September 2016


Pkh 1: 2-11  +  Mzm 90  +  Luk 9: 7-9

 

 

Lectio

Pada suatu kali Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi dengan Yesus dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.  Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.  Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi dengan Yesus dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.  Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Berita tidak pasti, atau kabar burung,  atau gossip memang selalu membuat banyak orang gelisah. Bagi orang yang dewasa memang tidak perlu gelisah dengan kabar burung. Kegelisahan diri akan kabar burung memang mengganggu ketentraman jiwa. Namun jahat juga orang-orang yang sering menyebarkan kabar burung atau gossip itu. Ada baiknya seseorang tidak mudah membuka mulut untuk menyebarkan berita yang tidak benar dan salah. Seseorang yang suka menyebarkan kabar burung adalah pertama, dia yang merasa tahu segala-galanya, merasa hebat, dan dekat dengan mereka yang mempunyai kedudukan. Kedua, berita disampaikan memang sengaja membuat orang lain gelisah dan bahkan menjatuhkan seseorang yang diinginkannya. Tak jarang penyebab berita ini adalah seseorang yang amat defensive dalam pergaulan dengan sesama.

Apakah kabar tentang Yesus merupakan kabar burung? Apakah yang menyebarkan berita itu harus dimintai pertanggunganjawab? Mendengar semuanya itu, Herodes berkata: 'Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?'. Herodes menolak bahwa Orang Nazaret itu adalah Yohanes Pembaptis, sebab memang dia baru saja dengan lenggangnya membunuh Yohanes Pembaptis atas permintaan anak perempuan, yang memang sesuai dengan keinginan dan dendam dari Herodias, isteri baru Herodes.  Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. Perlukah dbanggakan keinginan Herodes untuk berjumpa dengan Yesus. Mengapa dia ingin berjumpa? Adakah kerinduan hati untuk mengenal Yesus? Kalaupun tidak baik keinginan Herodes yang ingin berjumpa dengan Yesus, itulah Herodes. Kita bukan dia! Namun adakah kita merasa bangga dan terkagum-kagum dengan Yesus, sehingga kita ingin mengenal Dia lebih dalam, bahkan berkeinginan untuk menjumpaiNya?

Sejarah memang berjalan lurus ke depan. Tidak ada yang terulang, walau tak dapat disangkal ada mungkin kemiripan peristiwa sekarang dengan peristiwa jauh-jauh sebelumnya. Bertambahnya waktu berarti bertambahnya pengalaman. Tidak ada yang sia-sia, sebagaimana dikatakan oleh kitab Pengkotbah (1: 2-11). Dengan bertambahnya waktu dan bertambahnya pengalaman, tentunya bertambah pula pengenalan seseorang bila memang ada keinginan dan kerinduan untuk mengenal.  Bagaimana pengenalan kita terhadap Kristus Tuhan.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami untuk semakin mengenal siapa Engkau sesungguhnya, bahwa Engkau sungguh Penyelamat yang datang untuk menyelamatkan umat manusia. Kiranya lewat sabda hari ini iman kami semakin diteguhkan. Amin

 

 

Contemplatio

'Herodes berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening