Minggu dalam Pekan Biasa XXII, 4 September 2016


Keb 9: 13-18  +  Flm 9-17  +  Luk 14: 25-33

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:  "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.  Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,  sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.  Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

 

 

Meditatio

Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka. Apakah Yesus menghemat waktu juga, bahwasannya sambil  berjalan pun Dia memberi pengajaran kepada orang-orang yang mendengarkanNya, mereka yang mengikutiNya. Tiada hari tanpa pewartaan sabda dan kehendak Tuhan.  'Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku'. Sebuah penyataan yang amat keras dan menantang banyak orang yang mendengarkan. Bagaimana seseorang harus membenci keluarganya agar dapat menjadi muridNya?  Bukankah Yesus mengajarkan cinta kasih terhadap sesama? Bukankah malahan kita harus berani menjadi sesama bagi orang lain? Yesus pun di sini tidak menyebutkan harus membenci suami, Yesus hanya menyebut membenci isteri. Amat keras penyataan Yesus.

'Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya' (Mat 10). Kiranya Injil Matius mempermudah pemahaman kita tentang apa yang dimaksudkan dengan membenci orang-orang yang kita cintai. Mengutamakan Tuhan di atas segala kepentingan lain inilah yang dimaksudkan Yesus dalam Injil hari ini. Orang yang mengutamakan yang bukan Allah tidak layak menjadi murid-murid Kristus. Memang tak dapat disangkal, permintaan Yesus ini amatlah berat, bagaikan salib kehidupan. Maka tepatlah yang dikatakan Yesus tadi: 'barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku'. Mengikuti Yesus berarti berani merenggangkan segala keterikatan insani kita, baik dengan sesama ataupun dengan segala harta yang kita miliki. Mengikuti Kristus berarti hanya ada Kristus, dan tidak ada yang lain. 'Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku'.

'Siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?  Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,  sambil berkata: orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.  Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian'. Sebuah perumpamaan yang mengajak kita untuk berani mempertimbangkan, memperhitungkan dan merenungkan sikap dan kemauan hidup kita untuk mengikuti Kristus Tuhan. Mengikuti Yesus adalah sebuah kemauan keras seseorang untuk mendapatkan keselamatan; dan bukannya asal-asalan ramai-ramai berjalan banyak orang. Kita malahan tidak akan mendapatkan sesuatu.  

'Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku'. Siapa dapat dengan mudahnya memahami kemauan Tuhan ini? Benarlah yang dikatakan oleh kitab Kebijaksanaan: 'Manusia manakah dapat mengenal rencana Allah, atau siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan? Sebab memang pikiran segala makhluk yang fana adalah hina, dan pertimbangan kami ini tidak tetap; dan jiwa dibebani badan yang fana, dan kemah dari tanah memberatkan budi yang banyak berpikir' (Keb 9:15-17). Namun demikian kehendak Tuhan yang ingin menyelamatkan seluruh umatNya, maka Dia membuka tanganNya yang penuh belaskasih dan mengutus RohNya untuk membuka pikiran hati setiap orang. 'Siapa gerangan sampai mengenal kehendak-Mu, kalau Engkau sendiri tidak menganugerahkan kebijaksanaan, dan jika Roh Kudus-Mu dari atas tidak Kauutus? Demikianlah diluruskan lorong orang yang ada di bumi, dan kepada manusia diajarkan apa yang berkenan pada-Mu, maka oleh kebijaksanaan mereka diselamatkan'.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, beri kami kebijaksanaan dalam memahami sabdaMu, untuk mengasihi dan mengutamakan Engkau di atas segala-galanya. Bukan hal yang mudah, tapi kami percaya bersama Engkau, segala yang indah akan kami nikmati bersamaMu kelak. Amin

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku'.

 

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening