Minggu dalam Pekan Biasa XXIV, 11 September 2016

Kel 32: 7-11  +  1Tim 1: 12-17  +  Luk 15: 1-10

 

 

 

Lectio

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.

Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

 

 

 

Meditatio

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Ternyata mereka adalah orang-orang menaruh hati kepada Tuhan Ysus. Mengapa mereka tertarik kepadaNya? Minimal mereka merasa disapa dan diterima oleh Yesus. Bukankah memang mereka adalah orang-orang yang disingkiri dan dijauhi oleh masyarakat pada umumnya? Mereka juga pada umumnya bukan kaum miskin dan melarat. Ada yang mapan memang, ada yang pas-pasan dalam hidupnya. Mereka cukup berada, tetapi karena pekerjaan dan perbuatan mereka, mereka dijauhi banyak orang. Bagaimana mereka mendefinisikan kaum pendosa? Apa mereka yang mengidap aneka penyakit? Buknkah penyakit dianggap banyak orang sebagai hukuman Allah sebagaimana diyakini dalam Perjanjian Lama? Apakah mereka itu teman cewek dan cowok dari Magdalens fans club? Namun tak dapat disangkal Yesus menerima baik mereka. 

Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka protes terhadap sang Guru, karena Yesus berlaku tidak adil. Sang Guru tidak  bisa memilih yang terbaik dalam pergaulan. Namun di pihak lain, penyebuan Yesus bersikap dan bertindak tidak adil berarti mereka mengakui Siapakah Yesus itu. Minimal mereka mengakui, bahwa Dia adalah seorang Guru yang mempunyai nama yang hebat dan luhur. Adakah dari antara mereka yang  menyebut sebagai Nabi atau bahkan memanggil Tuhan? KehebatanNya malah sering membuat hati benyak orang cemburu dan irihati. 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka'. Itulah protes mereka. Sebagai seorang Guru, Yesus haruslah datang dan bergaul dengan mereka, sebagaimana kita renungkan dua minggu lalu (Luk 14: 1).

Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 'siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,  dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.

Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.

Yesus ternyata secara sengaja menampilkan diri dan bergaul dengan mereka kaum pendosa dan para pemungut cukai. Dia bergaul dan menerima mereka, karena Yesus menyambut baik pertobatan diri mereka. Dan memang bukankah Yesus tidak menghendaki seorang umatNya pun binasa? Bukankah Tuhan Allah menghendaki semua orang beroleh selamat? 'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita di sorga, akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah, karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'.

Tuhan Yesus menyatakan wajah Allah yang penuh belaskasih. Yesus menampakkan sungguh bahwa Allah itu penuh kerahiman, dan tidaklah seperti yang dialami oleh bangsa Israel dalam perjalanan keluar dari perbudakan Mesir. 'Biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka' (Kel 32: 10) memang pernah dilontarkan oleh Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, yang memang sempat terlontar karena kedegilan hati umatNya; tetapi tak dapat disangkal, Allah pun batal melakukan semuanya itu, dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya, yang semua terjadi hanya karena belaskasihNya sendiri terhadap bangsa yang dipilih semenjak semula.

Paulus sendiri mengakui: 'perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, bahwa Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa; aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal' (1Tim 1: 15-16). Paulus tentunya mengajak kita untuk semakin berani bertobat dan bertobat kepadaNya, sang Empunya kehidupa ini. Pertobatan mendatangkan keselamatan.

 

 

 

Oratio

Yesus Kristus, dengan kerahiman dan belaskasihMu , Engkau menyatakan diri siapakah yang kami imani itu, dan hanya kepadaNyalah kami harus berani berpasrah. Ajari kami, ya Yesus, untuk semakin berani berserah diri kepadaMu, sebab Engkalau Allah yang hadir nyata di tengah-tengah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita di sorga, akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah, karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'.

 











Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012