Jumat dalam Pekan Biasa XXII

2 September 2016

1Kor 4: 1-5  +  Mzm 37  +  Luk 5: 33-39

 

 



 

Lectio


Pada suatu kali orang-orang Farisi itu berkata  kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum."  Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?  Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa." 


Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.  Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur.  Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

 

 



Meditatio


Pada suatu kali orang-orang Farisi itu berkata  kepada Yesus: 'murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum'. Sebuah teguran sekaligus protes yang amat keras bagi Yesus yang disampaikan orang-orang Farisi. Dan memang tak dapat disangkal, Yesus pun tidak pernah mengajak para muridNya berdoa bersama-sama. Yesus seringkali berdoa seorang diri di tempat-tempat yang sunyi. Kalau berdoa bersama saja sebagai kebutuhan mendasar tidak pernah diingatkan oleh Yesus, apalagi tentunya dengan puasa.  Jawab Yesus kepada mereka: 'dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?  Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Selama bersama dengan sang Mempelai laki-laki, para sahabatNya tidak perlu berpuasa, dan juga tak perlu berdoa. Bukankah mereka selalu berkomunkasi dengan sang kehidupan? Bukankah mereka selalu melakukan kehendak Anak manusia? Berdoa memang mengandaikan seseorang ingin mengamini sabda dan kehendakNya. Sebaliknya, tidak bersama dengan Yesus, seseorang harus berani selalu berdoa dan menyangkal segala kepuasan diri. Tidak bersama Yesus, seseorang harus berusaha mengkomandani dirinya sendiri, tetapi tidaklah demikian jika dia bersama Yesus. Yesus akan atur segala kehidupan kita. 

Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: 'tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.  Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur.  Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: anggur yang tua itu baik'.  Segala-galanya ada waktunya, itulah yang hendak dikatakan dengan penyataan ini. Waktu yang dimaksudkan, bukannya lebih pada saat yang ditentukan secara periodic, melainkan lebih pada kesiapsiagaan setiap orang meminta dan menerima.


Paulus melihat penyataan ini benar-benar secara positif, bahkan melihat setiap orang sebagai pribadi rohani, artinya Allah telah mempunyai rencana dalam diri setiap orang. Pada saat yang ditentukan seseorang akan meminta dan meminta, dan pada saatnya seseorang juga akan menerima dan menerima, karena memang 'Allah sendiri yang akan memperlihatkan apa yang telah direncanakan dalam hati' (1Kor 4: 5). Allah akan berbicara dalam hati setiap orang untuk selalu siap sedia mendengarkan suara hati, yang tak lain dan tak bukan adalah suara Tuhan Allah sendiri.

 

 



 

Oratio


Ya Yesus Kristus, Engkau memberikan begitu banyak hal indah dalam hidup ini, bukalah mata hati kami agar mampu melihat hal-hal indah itu sebagai anugerah yang harus kami rawat, sehingga dapat dinikmati oleh orang-orang di sekitar kami. Amin

 

 


 

Contemplatio


'Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula'.

 

 







Oremus Inter Nos

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012