Pesta Salib Suci, 14 September 2016


Bil 21: 4-9  +  Fil 2: 6-11  +  Yoh 3: 13-17

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus bersabda: 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus bersabda: 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'. Anak Manusia turun dari surge, karena memang Dialah Allah yang menjadi manusia. Dia dilahirkan dan bukan dijadikan. Sehakekat dengan Bapa. Hanya Dia yang turun dari surge, karena memang Allah itu Esa. Lalu bagaimana dengan Elia yang pernah terangkat ke surge dengan mengendarai kerata bernyala?  

'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Kapan Dia ditinggikan? Yakni ketika Dia bergantung di kayu salib. Dari kayu salib itulah, Dia akan menarik semua orang datang kepadaNya (Yoh 12: 32).  Semuanya itu dilakukan, 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'.

Apakah penaikan ular tembaga pada tiang, sebagaimana diceritakan dalam kitab Bilangan (21: 4-9) merupakan antisipasi akan peninggian Yesus di kayu salib?  Bukankah ular seringkali dilambangkan sebagai lambang kejahatan sebagaimana pernah diceritakan juga dalam kitab Kejadian? Dalam kitab Bilangan lebih ditekankan pada kemauan Tuhan sendiri yang sempat menghukum umatNya, karena memang kedegilan hati mereka. Memandang ular yang dipasang pada tiang sebenarnya hendak mengingatkan bahwa segalanya bisa terjadi, kalau memang Tuhan menghendaki. Tuhan yang mengutus kawanan ular mematuk orang-orang Israel yang bersungut-sungut, dan Tuhan sendiri yang sekarang mampu menghentikan kawanan ular, dan  malah memberi kehidupan kepada mereka yang percaya kepadaNya.

Dia, Sang Anak Manusia yang diutus Bapa untuk menyelamatkan umat manusia akan menjadi tanda kehadiranNya sendiri. Keberanian setiap orang untuk memandang dan percaya kepada Dia, Anak Manusia, yang telah menyerahkan nyawa di kayu salib, akan mendatangkan rahmat dan berkat, terlebih keselamatan. 'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.

Pesta Pengangkatan Salib benar-benar mengingatkan kita akan misteri salib suci nan mulia. Salib adalah tanda penghinaan tetapi berkat kematian dan kebangkitan Kristus, salib menjadi tanda agung dan mulia. Di kayu salib itulah, Yesus memakukan segala dosa dan kesalahan umat manusia. Namun tak dapat disangkal, salib akan menjadi halangan dan rintangan bagi setiap orang yang ingin hidup baik dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Yesus malah tak segan-segan mengingatkan barangsiapa yang ingin mengikuti diriNya harus berani menyangkal diri dan memanggul salib kehidupannya sehari-hari.

 

 

 

Oratio

Yesus Kristus, dari salibMu yang kudus, Engkau menarik semua orang untuk menikmati keselamatan. Dari salibMu itu pula, semua orang beroleh belaskasih yang menyelamatkan. Ajari kami, ya Yesus, untuk tetap setia memanggul salib kehidupan sehari-hari. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening