Rabu dalam Pekan Biasa XXVI, 28 September 2016


Ayb 9: 1-12  +  Mzm 88  +  Luk 9: 57-62

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."  Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku."  Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."  Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."  Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: 'aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'. Entah apa alasan yang membuat orang ini hendak mengikuti Yesus ke mana saja Dia pergi. Ada kemauan seperti itu, Yesus pasti tahu isi hatinya. Mengapa semenjak semula Yesus tidak memanggil dia? Yesus berkata kepadanya: 'serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya'. Yesus menantang orang itu: apakah dia mampu berjalan terus tanpa istirahat dalam mewartakan sabda Allah? Mengikuti Yesus berarti ambil bagian pewartaan sabda tanpa mengenal lelah, sebagaimana Dia dating hanya untuk mewartakan sabda Allah. Pewartaan sabda hendaknya tidak dimakan oleh ruang dan waktu seseorang. 

Seorang lain lagi berkata: 'aku pun akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku'. Mengapa ada proses tawar?  Bukankah lebih baik, dia pamit terlebih dahulu kepada orangtua dan keluarganya dan langsung mengikuti Yesus, dan bukan membaliknya? Benarlah kalau Yesus menjawab: 'setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah'. Mengapa seseorang masih menoleh ke belakang? Bukakah seeorang harus duduk terlebih dahulu sebelum membangun menara rumahnya, ataupun raja harus memperhitungkan prajurit yang dimilikinya sebelum berperang melawan musuh?  (Luk 14). Amat baiklah kalau kita berpikir dan mempertimbangkan segala sesuatu terlebih dahulu sebelum melangkah.

'Ikutlah Aku!', ajak Yesus kepada seseorang yang mengikutiNya. Tetapi orang itu berkata: 'izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku'.  Tetapi Yesus berkata kepadanya: 'biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana'. Jawaban Yesus ini amat keras, tetapi inilah yang memang dikehenakiNya. Dia memanggil dan memanggil setiap orang:  ikutlah Aku. Kalau Tuhan menghendaki dan memanggil kita umatNya, kita harus mendahulukan panggilannya, dan bukan yang lain. 'Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana'  adalah sebuah penyataan agar setiap orang berani mendahulukan kepentingan Allah dalam segala hal. Bukankah Yesus juga meminta barangsiapa mengasihi bapa ibunya, isteri dan anak-anaknya lebih daripadaNya, dia tidak layak menjadi muridNya? Sekali Yesus meminta kita orang-orang yang mengikutiNya untuk berani mewartakan sabda dan kehendakNya. Mengikuti Yesus berarti melakukan segala sesuatu yang dilakukanNya.

 

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau meminta kami untuk tidak menulur-ulur waktu dalam mengikuti Engkau. Engkau meminta kami untuk mengutamakan kehendakMu di atas segala kepentingan diri kami. Bantulah kami untuk semakin memahmi kehendakMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana'.



 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012