Sabtu dalam Pekan Biasa XXII, 3 September 2016

1Kor 4: 6-15  +  Mzm 145  +  Luk 6: 1-5

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"  Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Entah kenapa para murid melakukan semuanya itu? Apakah mereka lapar, sebagaimana diceritakan Matius dalam Injilnya? (12: 1-8). Para murid berani melakukan semuanya itu, karena diijinkan oleh Yesus. Seandainya tidak baik bagi mereka dan bahkan melanggar hukum, pasti sang Guru tidak akan membiarkan mereka melakukannya.

Tetapi beberapa orang Farisi berkata: 'mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?'. Orang-orang Farisi langsung menegur para muridNya, tidaklah seperti yang diceritakan oleh Matius. Lalu Yesus menjawab mereka: 'tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar'. Entah mengapa mereka tidak langsung menegur Yesus. Bukankah sang Guru sebagai penanggungjawab utama dalam komunitas mereka? Yesus sendiri langsung menjawab mereka, karena Yesus mau bertanggungjawab atas segala yang dilakukan oleh para muridNya. Yesus membela para muridNya, karena Yesus mengerti kondisi para muridNya.  'Bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?'. Yesus amat memahami para muridNya. Kalau dianggap sebagai pelanggaran, tidaklah melawan cinta kasih yang dikehendaki Allah apa yang dilakukan para murid. Apa yang dilakukan para murid tidaklah dapat dikategorikan sebagai sikap dan tindakan yang melawan kehendak Allah. Dosa  yang dilakukan oleh para murid tidaklah mendatang maut.

'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat', tegas Yesus. Sabat dipersembahkan kepada Tuhan Allah. Ketaatan kepada Tuhan tentunya amat bernilai daripada mentaati aturan perilaku dalam kebersamaan hidup. Kalau Yesus saja mengijinkan para muridNya tidak bersembayang dan berpuasa pada saat yang telah ditentukan dalam hukum tradisi Yahudi, apalagi kiranya hanya memetik bulir-bulir gandum. Ketaatan pada Yesus Tuhan tidaklah dapat diartikan mengabaikan aneka peraturan hukum Sabat yang telah ditentukan. Berapalah jumlah bulir-bulir gandum yang diambil para murid yang hanya dengan menggisarnya.

Kasih dan hormat kepada Tuhan tidaklah sebatas mentaati hukum dan aturan sebagai tertera dalam hukum Taurat. Kasih kepada Tuhan kiranya menantang setiap orang untuk semakin memahami betapa besar belaskasih dan perhatianNya kepada Tuhan. 'TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.  TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka' (Mzm 145: 17-19). Pujian inilah yang kiranya dilambungkan selalu kepada Tuhan, yang memang selalu menaruh perhatian kepada umatNya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu berbuat kasih di atas segala hukum dan aturan, sebab Engkau sendiri menghendakinya. Jadikanlah kasih yang utama dalam hidup kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat',

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012