Sabtu dalam Pekan Biasa XXV, 24 September 2016


Pkh 11: 9-11  +  Mzm 90  +  Luk 9: 43-45

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:  "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:  'dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia'. Mengapa Yesus berkata demikian? Percaya kepada Kristus Tuhan memang tidak hanya membuat kita bergembira dan bersukaria, kita bangga dan kagum kepadaNya. Karena percaya kepada Kristus malah sering kita dihadapkan pada aneka persoalan yang amat sulit kita mengerti, membosankan dan menjengkelkan. Percaya kepada Kristus tidak menghadapkan kita pada diri Yesus yang sedang membuat aneka mukjizat dan pengusiran kuasa kegelapan. Karena percaya kepada Kristus malah kita akan merasakan apa yang dirasakanNya sewaktu Dia hidup. Seseorang yang percaya kepada Kristus harus siap mendapatkan perlawanan dari banyak kaum Farisi dan ahli Taurat. Segala perbuatan dan tindakannya akan selalu diamat-amati dengan seksama oleh banyak orang. Malah seperti Anak manusia, dia akan didera dan memanggul salib, dan Yesus sendiri mengatakan: barangsiapa mau mengikuti Aku, dia harus menyangkal diri dan memikul salibnya.

Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Sulit mengerti memang. Sebab bagaimana seorang lakon harus kalah, bagaimana mungkin seorang pahlawan yang diharap-harapkan itu dikalahkan oleh orang-orang sebangsanya. Hal itulah yang diungkapkan secara lebih nyata oleh kedua orang yang menuju ke Emaus dengan mengtakan: 'kami mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel' (Luk 24: 21). Namun begitu,  mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya. Keberanian untuk tidak bertanya kepada Yesus membuat seseorang tidak mengerti apa yang dikehendakiNya; sebaliknya keberanian bertanya kepada Yesus, sebagaimana dilakukan Maria, membuat seseorang akan siap melakukan segala yang dikehendaki Tuhan, sebab memang Tuhan selalu mempunyai kehendak yang baik kepada umatNya.

Hidup Yesus tidak pernah menghindari salib. Semua diterimaNya, karena memang itulah kenyataan hidup. Percaya kepada Kristus, beriman kepadaNya tidak akan meniadakan segala kenyataan hidup yang seringkali tidak mengenakkan dan tidak sesuai denga kemauan diri. Beriman kepada Kristus tidak menghindarkan kita dari akibat hokum alam; seandainya hujan, kita pun akan kena terpaan air dan menjadi basah, kalau matahari bersinar di siang hari, teriknya juga sempat menyengat kulit kita. Yesus yang mengakhiri hidupNya pada salib kehidupan, demikianlah setiap orang yang percaya kepadaya. Namun dari salib itulah kemuliaan akan bersinar dan menarik setiap orang untuk merasakannya. Menikmati hidup tidak cukup dengan kagum akan segala yang dilakukan Yesus, melainkan kita diajak untuk berani memanggul salib kehidupan sebagaimana yang Dia lakukan.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkaulah Penyelamat yang datang dari Allah, bantulah kami agar mampu mengenali Engkau yang memanggul salib kehidupan; ajarilah kami mengenal Engkau ketika makan bersama kaum pendosa dan para pemungut cukai. Ajari kami, ya Yesus, agar diri kami ini penuh belaskasih sebagaimana Engkau sendiri. Amin.

 

 

Contemplatio

'Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening