Selasa dalam Pekan Biasa XXIII, 6 September 2016

1Kor 6: 1-11  +  Mzm 149  +  Luk 6: 12-19

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.  Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.  

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

 

 

Meditatio

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Hanya dengan berkomunikasi kepada Bapa, tentunya Yesus tahu akan apa yang harus dilakukan dan menjadi tugas perutusanNya. Komunikasi kita dengan Tuhan Yesus akan memperjelas panggilan hidup kita. Kerajinan kita berdoa akan membantu hidup kita  melangkahkan kaki ke masa depan dengan indahnya. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya Rasul. Semua orang yang mendengarkan dan menaruh perhatian terhadap Yesus sang Guru adalah para murid. Para Rasul adalah mereka yang teristimewa dipilih Yesus sendiri dan diberi tugas untuk melanjutkan karya pewartaan kabar sukacita kepada seluruh dunia. Iman kepercayaan para Rasul inilah yang terus ditumbuhkembangkan menjadi iman Gereja. Jumlah mereka ada duabelas orang guna menlanjutkan dan mengingatkan 12 suku Israel, bangsa yang semenjak semula terpilih sebagai bangsa yag kudus.

Keduabelas Rasul itu adalah  Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,  Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,  Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Simon disebut secara khusus sebagai Petrus, yang memang di atas batu dasar inilah Yesus mendirikan GerejaNya yang kudus. Simon memang tidak sendirian; kesebelas Rasul lainnya adalah juga Soko-guru Gereja dalam pengenalan akan Kristus Tuhan. Andreas disebut secara khusus mengingat dia saudara Simon. Entah apa maksudnya.  Yakobus dan Yohanes tidak disebutkan dalam  persaudaraan mereka. Entah kenapa Simon yang satu disebut sebagai orang Zelot. Apakah dia ikut berjuang bersama kaum Zelot? Dia mungkin bukan orang Zelot, tetapi kegigihannya yang menjadikan dia sebagai orang Zelot. Yudas Iskariot tercatat secara khusus sebagai seorang pengkhianat, seorang yang tidak mau menggunakan segala bekal karunia yang telah dilimpahkan kepada dirinya. Dia mencari kepuasan dri dengan menjual sang Guru kepada orang-orang sebangsanya.

Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya. Darimana mereka tahu bahwa Yesus akan mengunjungi mereka? Mereka sepertinya sudah pernah mendengarkan ajaran Yesus. Mereka adalah para murid, yakni orang-orang yang mendengarkan pengajaran sang Guru dan mereka menaruh perhatian kepadaNya. Namun tak dapat disangkal, mereka para murid adalah orang-orang yang merindukan selalu kedatangan sang Guru, baik dalam pengajaran ataupun dalam pemberian aneka karuniaNya yang kudus. Para murid adalah orang-orang yang selalu merindukan kehadiran Tuhan Yesus.

Para murid adalah orang-orang yang selalu mengamini sabda dan kehendak Tuhan, dan bukanlah mereka yang mencari kepuasan diri. Paulus mengingatkan: 'tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Demikian juga, orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah' (1Kor 6: 10). Para murid adalah orang-orang yang akan masuk dalam Kerajaan Surga, karena mereka tidak mencari kepuasan diri, malah sebaliknya orang-orang yang selalu mengamni sabda dan kehendakYesus.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau telah memanggil kami menjadi murid-muridMu. Ajarilah kami menikmati panggilanMu yang menyelamatkan itu. Dan semoga kamipun siap sedia mengamini sabda dan kehendakMu yang menyelamatkan.

Yesus, kami seringkali lemah. Bantulah kami ini. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?'

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening