Selasa dalam Pekan Biasa XXIV, 13 September 2016

1Kor 12: 27-31  +  Mzm 100  +  Luk 7: 11-17

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.  Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Entah berapa jauh dari Kapernaum ke Nain jaraknya, tetapi mereka berjalan bersama-sama. Tentunya dalam perjalananNya itu Yesus sambil mengajar para muridNya. Tanpa ada waktu yang terbuang untuk selalu mengajar dan mengajar.  Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Penduduk kota Nain sepertinya mengenal baik janda dan anak muda yang meninggal ini. Banyak orang datang untuk melayat, dan bahkan menghantar jenasah ke pemakaman. Sikap belarasa orang-orang Nain sepettinya patut dijunjung tinggi. Apakah mereka sudah memahami juga makna kematian, sehingga ambil bagian dalam upacara pemakaman? Apakah orang-orang Nain benar-benar telah memahami kesatuan umat sebagai satu tubuh, sebagaimana dikatakan oleh Paaulus dalam pengajarannya kepada umat di Korintus? (1Kor 12)

Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: 'jangan menangis!'. Perempuan janda itulah yang kiranya mendapat perhatian dari Yesus, sang Guru, dan bukannya anak muda yang telah meninggal itu.  Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: 'hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!'. Yesus membangkitkan anak muda itu. Dengan perkataanNya saja akan ada kehidupan. Benarlah iman kepercayaan perwira, yang kita renungkan kemarin, katakan satu kata saja, maka akan hidup.  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Yesus tidak berkata-kata lagi terhadap anak muda itu. Yesus langsung menyerahkan kepada orangtuanya, karena kepada dialah anak itu harus mempertanggunjawabkan hidupnya. Sepertinya anak muda itu belum dewasa benar, sehingga Yesus menyerahkan kepada sang ibu. Namun tak dapat disangkal, Yesus membangkitkan anak muda itu, karena Yesus  tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan melihat janda itu.

Semuanya itu menunjukkan betapa kuasaNya Yesus Orang Nazaret itu. Dialah benar-benar Penguasa atas kehidupan ini. Yesus adalah 'Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup' (Rom 14). Dia pun selalu memperhatikan umatNya dengan mengulurkan tangan melalui orang-orang yang ada di sekitarnya. Yesus memperhatikan keluh kesah hati sang janda, dan kemudian menolongnya dengan kehadiran kembali sang anak muda yang telah dibangkitkanNya. Atas semua kasih Tuhan itu, layaklah kalau 'setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah'.

  Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: 'seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya'. Semua orang takut dan kagum, karena memang peristiwa semacam itu belum pernah terjadi dan semua peristiwa itu terjadi hanya oleh karena Allah. Layaklah kalau mereka semua memuji dan memuliakan Allah yang datang melawat umatNya.  Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

 

 

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau selalu melawat dan mengunjungi kami, bahkan Engkau selalu menolong kami melalui orang-orang yang ada di sekitar kami. Ajarilah kami untuk merasakan pendampingan yang hadir dalam diri sesama kami.

Santo Yohanes Krisostomus, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening