Senin dalam Pekan Biasa XXII, 5 September 2016


1Kor 5: 1-8  +  Mzm 5  +  Luk 6: 6-11

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.  Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.  Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"  Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.  Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Jahat kali kaum Farisi dan para ahli taurat itu. Mereka bukannya mencarikan kesembuhan bagi orang-orang yang sakit, malah sebaliknya menggunakan kondisi mereka untuk mempersalahkan orang lain. Tidak ada yang baik dan benar yang dilakukan kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Pelaksanaan hokum Taurat, khususnya hari Sabat sepertinya banyak digunakan mereka untuk mempersalahkan orang lain.

 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: 'bangunlah dan berdirilah di tengah!'. Kiranya pada saat itu kaum Farisi dan para ahli Taurat sudah bersia-siap dengan aneka perlawanan. Mereka yakin bhawa Yesus akan membuat sesuatu yang sulit mereka mengerti. Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Apa perasaan orang lumpuh iu? Apakah dia merasa gelisah, karena berhadapan dengan dua kepentingan? Orang itu langsung berdiri, sebab sepertinya dia lebih percaya kepada Yesus, atau memang dia tidak mau tahu dengan situasi yang ada?  Lalu Yesus berkata kepada mereka: 'Aku bertanya kepada kamu: manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?'. Sebuah pertanyaan yang menantang mereka semua orang untuk berani memilih. Mengambil satu bertentangan dengan lainnya. Menyembuhkan adalah sebuah karya pelayanan, sebuah pekerjaan. Tentunya dilarang dilakukan di hari Sabat. Membawa tikar saja tidak diijinkan. Kiranya hendaknya semakin kita pahami, bahwasannya Yesus sebetulnya bukan menjebak mereka, karena tentunya Yesus tahu mana yang baik yang harus dikerjakan oleh setiap orang. 

Yesus pun tahu akan apa yang dipilih oleh kaum Farisi dan para ahli Taurat. Mereka semua pasti akan memilih menyelamatkan orang.  Sebab bukankah mereka pada hari Sabat biasa melepaskan lembunya atau keledainya dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?  (Luk 13: 15) Demikian juga pada hari Sabat, bukankah mereka segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur? (Luk 14: 5). Yesus tahu bahwa orrang-orang Farisi dan kaum ahli Taurat masih mampu memilih yang terbaik dalam hidupnya. Mereka ditantangNya karena mereka lupa diri dalam menyelamatkan orang lain. Mereka mudah tenggelam diri dalam kenyataan hidup yang menyenangkan, mengingat kedudukan struktural yang mereka nikmati selama ini. Tentunya mereka memang tidak mau tahu terhadap kebenaran yang disampaikan oleh Anak Manusia yang datang ke tengah-tengah mereka.

Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: 'ulurkanlah tanganmu!'.  Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Yesus membuat segalanya indah adanya. Tuhan Allah tengah datang di antara umatNya.  Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus. Mereka tetap marah. Malah semakin meluapkan kemarahan diri mreka, karena memang keinginan mereka tidak terpenuhi. Mereka termakan oleh ragi lama, sebagaimana dikatakan Paulus dalam suratnya pertam kepada umat di Korintus (5: 1-8). Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat terbiasa hidup dalam keburukan dan kejahatan sehari-hari.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami untuk selalu berani memilih yang terbaik dalam hidup ini. Kami sadar, ya Tuhan, amatlah berat dalam mengambil pilihan yang terbaik itu. Namun kami yakin, Engkau pasti menolong dan menyertai kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Aku bertanya kepada kamu: manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening