Senin dalam Pekan Biasa XXIV, 12 September 2016

1Kor 11: 17-26  +  Mzm 40  +  Luk 7: 1-10

 

 

 

Lectio

Suatu hari setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.  Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.  Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,  sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka.

Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Kapernaum seperti mendapatkan hati dalam pewartaanNya. Mengapa? Minimal kita ketahui, bahwa Yesus sering mengadakan aneka pengajaran dan mukijzat di kota kecil itu. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.  Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Perwira itu mempunyai iman kepercayaan kepada Yesus Tuhan. Namun mengapa dia tidak mau datang sendiri kepada Yesus? Mengapa dia meminta bantuan tua-tuaYahudi, mengapa dia tidak menyuruh para pegawai saja?

Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: 'Ia layak Engkau tolong,  sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami'. Apakah permintaan kaum tua-tua Yahudi itu hanya sebatas ikatan balas budi yang harus dilakukan mereka? Apakah mereka tidak memperhitungkan iman kepercayaan sang perwira yang mau merundukkan diri di hadapan sang Guru?  Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Tentunya Yesus pergi ke rumah sang perwira itu, bukan karena ingin membalas budi kebaikan sang perwira. Bukankah segala kebaikan insani manusia tidak mampu memastikan datangnya limpah kasih Tuhan? Yesus berani daang, karena sepertinya Dia meihat sesuatu yang indah dari Kapernaum?

Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: 'Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu'. Inilah alasan mengapa sang perwira itu tidak mau datang kepada Yesus dan berkatakata sendiri. Dia merasa tidak layak dan pantas menghadap sang Guru. Walau tak dapat disangkal, dia mengakui: 'aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya'. Sebuah kerendahan hati dan kejujuran diri yang amat mendalam. Ia hanya berada dalam sebuah system yang harus dijalaninya. Aku yakin kepadaMu, aku percaya kepadaMu, maka 'katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'. inilah iman kepercayaan yang amat hebat dan luar biasa. Kata-kata dan ucapan Yesus adalah sabda dan kehendak Tuhan Allah sendiri, sang Empunya kehidupan ini.

Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: 'Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!'. Seharusnya iman sebesar ini ada di tengah-tegah umat Israel, bangsa yang terpilih. Sebuah tamparan telak bagi orang-orang yang mengakui diri sebagai bangsa milik Allah. Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Persaudaraan ekaristis kiranya harus terjadi bila kita juga mengamini keindahan dan keluhuran perayaan Ekaristi, dan tidak seperti perjamuan atau persaudaraan yang dilakukan oleh umat di Korintus (1Kor 11). Egoisme dan kesombongan yang memang mau mencari menangnya sendiri terjadi pada diri mereka. Mereka tidak mau tahu teradap orang lain, terlebih mereka yang berkekurangan. Janganlah Yesus berkata kepada kita 'Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!', ketika melihat dan merasakan persaudaraan hidup kita ini.

 

 

Oratio

Yesus Kristus, kami percaya dan percaya kepadaMu. Namun kami tak mampu berkataseperti perwira yang Engkau ceritakan kepada kami. Bersabdalah, ya Yesus, maka kami akan sembuh, kami akan bertobat. Yesus ampunilah segala dosa dan kesaahan kami ini. Amin.

 

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening