Senin dalam Pekan Biasa XXV, 18 September 2016


Ams 3: 27-34  +  Mzm 15  +  Luk 8: 16-18

 

 

Lectio

Pada waktu Yesus bersabda kepada para muridNya: 'tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

 

 

Meditatio

'Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya', tegas Yesus kepada para muridNya. Pelita dinyalakan memang untuk memberi terang, karena itu pasti diletakkan pada kaki dian. Semuanya dibuat dan dijadikan dengan maksud tertentu. Tidak pernah seseorang membuat sesuatu asal-asal, tidak tahu apa yang dimaksudkannya sendiri. Demikianlah misteri Kerajaan Allah akan disampaikan oleh Allah sendiri kepada seluruh umatNya,  'sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan'. Semua akan dikerjakan Allah demi umatNya, demi orang-orang yang dikasihiNya. 'Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya'. Keberanian seseorang mendengarkan, maka semakin bertambah pengetahuannya. Keberanian seseorang membuka diri akan kehendak Allah tentunya akan mendapatkan hal yang indah dan mulia. Semakin berani seseorang mendengar, belajar dan membuka diri, maka semakin bertambahlah keindahan hidupnya, dan tidaklah demikian bagi seseorang yang menutup diri.

Maka benarlah apa yang disampaikan dalam kitab Amsal: 'orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.  Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Ia pun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya' (Ams 3: 31-34). Orang jujur, benar dan rendah hati akan semakin menikmati kelimpahan rahmat kasihNya, tidaklah demikian dengan mereka yang secara sengaja bersikap dan bertindak sesat, fasik dan pencemooh, apapun yang ada padanya akan hilang karena mereka memang tidak mau memihak kasih Allah. Segala kebaikan hanya berasal dari Allah.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar berani membuka diri dalam mendengarkan sabdaMu serta menikmati kelimpahan rahmat kasihMu dan dapat menjadi terang yang memperlihatkan belas kasihMu bagi sesama. Amin

 

 

Contemplatio

'Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya'.

 

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening