Senin dalam Pekan Biasa XXVI, 26 September 2016


Ayb 1: 6-12  +  Mzm 17  +  Luk 9: 46-50

 

 

Lectio

Pada suatu kali timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."  

Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Itulah yang sering terjadi dalam hidup bersama. Kecenderungan semakin menguat, bila ada pribadi yang merasa diri lebih baik, lebih pandai dan lebih tahu dalam segala hal. Ataupun dia merasa dekat dengan seorang penguasa yang menentukan segala-galanya.  Yesus mengetahui pikiran mereka, maka Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: 'barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku'. Orang yang dilayani itulah memang yang mempunyai kekuasaan. Namun dengan penyataanNya ini Yesus hendak menegaskan agar kita berani melayani mereka yang tidak berdaya. Pelayanan yang diberikan kepada mereka yang berkuasa, mereka yang mampu dan tak berkekurangan, sebenarnya pelayanan itu tidak berarti, dan buang-buang tenaga, biaya dan waktu,  karena memang semuanya itu tidak dibutuhkan mereka. Sebaliknya mereka yang membutuhkan adalah orang-orang yang harus kita layani.  'Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar'.  Bila kita melayani seseorang yang sederhana dan memang membutukan pertolongan berarti kita melayani Tuhan Allah sendiri. Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina ini, engkau telah melakukannya bagiKu.

Orang yang terbesar adalah memang mereka yang harus kita layani, mereka bukan para pembesar pejabat dan orang-orang yang terpandang, dan memang bisa membeli pelayanan, melainkan mereka adalah orang-orang yang kecil dan sederhana, yang amat membutuhan pertolongan kita. Mereka adalah orang-orang besar dan patut kita layani, karena memang mereka menghadirkan Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini.

Yohanes berkata: 'Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita'. Ada kesombongan komunitas murid yang merasa dikasihi Yesus satu ini. Dia sepertinya memang merasa unggul dari orang lain. Bukankah dia juga  orang yang ingin duduk di sebelah kanan atau kiri sang Guru kelak dalam kemuliaanNya? Mengapa dia melarang orang yang bisa berbuat baik? Apakah dia merasa mendapatkan persaingan dari orang lain? Apakah murid satu ini juga belum memahami bahwa kemurahan hati Tuhan itu terbuka dan dinikmati oleh setiap orang? Dan bukankah anugerah diberikan untuk pembangunan umat Allah?  Yesus berkata kepadanya: 'jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu'. Sebuah penegasan oleh Yesus bahwa Allah mampu menggerakkan setiap orang untuk berbuat baik. Allah juga siap menolong umatNya melalui kehadiran sesama. Kiranya amatlah baik untuk selalu bersinergi dalam melayanai sesame, sehingga pelayanan kita tepat guna dan penuh makna.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kesombongan diri seringkali menyelimuti hati kami. Kami enggan juga mengakui kehebatan orang lain. Ajarilah kami, ya Yesus, untuk menempatkan kerendahan hati dalam pergaualan sehari-hari, sehingga kami mampu menjadi pembawa berkat bagi sesame. Amin.

 

 

Contemplatio

'Yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar'.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening