Jumat dalam Pekan Biasa XXIX, 21 Oktober 2016

Ef. 4:1-6 + Mzm. 24 + Luk. 12:54-59

 

 

 

 

Lectio

Dalam pengajaranNya kali ini, Yesus berkata pula kepada orang banyak: 'apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?
Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas'.

 

 

Meditatio

Dalam pengajaranNya kali ini, Yesus berkata pula kepada orang banyak: 'apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi'. Kebiasaan dan pengalaman orang jaman dahulu yang ahli membaca tanda-tanda alam, sehingga mereka seolah-olah dapat mengetahui apa yang akan terjadi. Mereka tahu bahwa kalau awan naik di barat berarti akan hujan, sebaliknya kalau angin selatan yang bertiup makan akan terjadi panas. Apakah arti dari ini semua? Mereka bisa mengenali tanda-tanda alam, tetapi mereka tidak dapat atau bahkan tidak mau mengenali tanda jaman yang ada. Mengapa?  'Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?'.  Mereka adalah orang-orang munafik, dan pantaslah Yesus menegurnya. Hal benar yang terpenting dalam hidup, mereka tidak mau tahu. Mereka mengabaikan dan bahkan menolaknya. Mereka menolak ajaran dan kehadiran Yesus, mereka menutup mata dan menolak keselamatan yang disediakan bagi mereka.

'Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara'. Yesus mengingatkan, masih ada waktu untuk mengambil keputusan, memilih yang benar dan terbaik dalam hidup ini, jangan menunda-nunda kesempatan yang ada, sehingga: 'engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas'.  Jangan sampai terlambat dan ketika penghakiman tiba kamu tidak bisa lagi lepas dari pengadilan.

Apa yang ingin disampaikan kepada kita adalah, supaya kita bisa memilih yang terbaik dan benar, memilih hidup dalam Dia yang adalah kasih dan memelihara hidup dalam persaudaraan yang saling mengasihi satu sama lain. Seperti Paulus yang mengalami hidup dalam penjara karena Tuhan, dia yang mengalami kasih Allah bisa menulis kepada jemaat di Efesus:  'hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu' (Ef.4:2).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar dapat memilih yang terbaik dan benar dalam hidup kami dalam menantikan kedatanganMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?'.

 

 

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening