Jumat dalam Pekan Biasa XXVII, 7 Oktober 2016


Gal 3: 7-14  +  Mzm 111  +  Luk 11: 15-26

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali setelah mengusir kuasa kegelapanYesus, ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."  Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.  Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.  Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.  Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.  Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali setelah mengusir kuasa kegelapan Yesus, ada di antara mereka yang berkata: 'Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan'. Mengapa mereka bertanya seperti itu? Kuasa kejahatan pasti akan dikalahkan oleh kuasa kegelapan juga tentunya, itulah sepertinya komentar mereka. Kalau dikalahkan dari kuasa terang, bisakah semuanya itu terjadi?  Mereka  pun meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, yang semuanya itu dimaksudkan untuk mencobai Dia. jahat juga mereka ini semua.

Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: 'setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh'. Masakan jeruk makan jeruk?  'Jikalau iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa beelzebul', tegas Yesus dalam penyataanNya itu. Aneh juga tentunya kalau mereka saling berperang melawan dirinya sendiri. Bukankah kuasa kegelapan malahan lebih pandai daripada anak-anak terang?  

'Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu', kata Yesus membela diri, mungkinkah seorang Guru yang menjadi suri teladan banyak orang menggunakan kuasa kegelapan? Kalau Yesus menggunakan kuasa kegelapan, bagaimana dengan keberadaan mereka sendiri yang memang sering dikuasai kecenderungan insani. Kehancuran terjadi bila sesama anggota kelompok saling bertentangan dan melawan.  'Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu', tegas Yesus. Allah yang berkuasa atas alam semesta dan isinya; dan kini Dia hadir di tengah-tengah umatNya. Kehadiran Yesus memang adalah kehadiran Kerajaan Allah.

'Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.  Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya'. Allah berkuasa atas segala sesuatu. Tiada segala sesuatu yang mampu menandingiNya.  'Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'.

Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.  Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula." Yesus menegaskan bagi siapa yang bersamaNya akan kuat, tetapi bagi yang memisahkan diri dariNya akan mudah diserang, karena iblis tidak kenal menyerah. Yang tinggal di dalam Yesus akan menikmati keselamatan bersamaNya. Seperti yang dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Galatia; 'Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat' (Gal 7:9-10)

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, periharalah iman kami kepadaMu, agar tetap tinggal di dalam Engkau, supaya kami selalu dikuatkan dalam menghadapi banyak tantangan dan menemukan keselamatan hidup bersamaMu.

Santa Perawan Maria, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening