Jumat dalam Pekan Biasa XXVIII, 14 Oktober 2016


Ef 1:11-14  +  Mzm 33  +  Luk 12: 1-7

 



Lectio

Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-muridNya, kataNya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.  Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabatKu, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia. bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit".

 

 

 

 

Meditatio

Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-muridNya, kataNya: 'waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi'. Peringatan Yesus kepada murid-muridNya untuk waspada terhadap kemunafikan orang Farisi yang bagaikan ragi, yang hanya sedikit, tetapi mampu mempengaruhi sekitarnya, agar para murid berhati-hati, jangan sampai terpengaruh dengan ajaran orang-orang Farisi. Munafik adalah sikap yang bertentangan antara tindakan dan yang ada di dalam hati, yang di dalam hati, yang jahat dan kotor, yang tadinya tidak kelihatan sekarang menjadi terbuka karena terang Sabda. Para murid iminta berhati-hati, karena memang sikap menafik menjerumuskan seseorang dalam dosa dan kebinasaan.

'Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui', tegas Yesus melanjutkan kepada semua orang, termasuk orang-orang Farisi dan semua yang berkehendak baik mendnegarkanNya.  'Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah'.  Ajaran Yesus diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali. Sekarang mereka yang mendengarkan, sekarang juga harus menerangkan dan menyampaikannya kepada orang lain. Kalau tokh pengajaran itu tidak mengenakkan, mereka harus tetap berani menyampaikannya. Itulah ajaran iman, dan bukannya pengetahuan. Ajaran iman selalu mengarahkan kepada keselamatan, dan tidaklah demikian dengan ajaran pengetahuan yang memuaskan hati banyak orang. Ajaran pengetahuan berhenti pada jiwa insani seseorang, dan tidak mengantarkan orang tersebut kepada keselamatan. Ajaran iman malah menantang seseorang untuk berani menyangkal diri dalam realitas hidup.

'Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabatKu, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi'. Dalam memberitakan Injil para murid tentunya akan banyak mengalami pertentangan dan penolakan, tetapi mereka hendaknya jangan takut karena Allah menyertai mereka. 'Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia'. Yesus mengajarkan pada murid-muridNya dan juga kita semua untuk tidak takut pada seseorang yang mampu membinasakan kehidupan, tetapi hendaknya takut pada Dia yang Empunya kehidupan, yang memang berkuasa atas seluruh kehidupan, yang mempunyai kuasa untuk melemparkan seseorang ke dalam neraka.  Takut bukan dalam arti seperti bawahan dengan atasan, tetapi takut dalam menaati sabdaNya. Allah tidak pernah menakut-nakuti umatNya, tetapi Dia begitu mengasihi dan memelihara mereka. Allah kita adalah Allah yang Pengasih dan Pemurah, Dia bukan penghukum yang membinasakan umatNya.  'Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit'. Kalau burung pipit yang sekalipun tidak bernilai, hanya dua duit dijual, binatang persembahan yang paling murah, itupun tidak pernah dilupakan Allah, apalagi kita anak-anakNya. Dia Pelihara, bahkan sampai mengutus PutraNya yang tunggal ke dunia untuk penebusan bagi umat manusia. Setiap orang yang menerima Dia diangkat menjadi putra-putriNya, menjadi milikNya untuk kelak menikmati kemuliaan bersamaNya. Pauluspun yang telah mengalami Yesus dalam hidupnya menulis: 'Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaanNya' (Ef. 1:14).

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, jadikanlah kami anak-anakMu yang taat dan takut akan sabdaMu, melakukannya dalam hidup kami sesuai kehendakMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening