Kamis dalam Pekan Biasa XXIX, 20 Oktober 2016


Ef 3: 14-21  +  Mzm 33  +  Luk 12: 49-53

 

 

Lectio

Pada suatu hari Tuhan Yesus bersabda: 'ketahuilah ini, Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!  Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!  Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.  Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya'.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Tuhan Yesus bersabda: 'ketahuilah ini, Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!'. Yesus tidak menghendaki semua diam, tanpa gerakan atau kehidupan. Yesus tidak menghendaki semuanya diam dan beku, tanpa suara dan daya kreatifitas. Yesus menghendaki ada kehidupan, ada gerakan, ada suara. Namun sekaligus Yesus juga menyatakan: 'Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!'. Perlawanan dan penderaan akan segera terjadi, cacian dan ejekan segera terdengar, salib keras segera menimpa di bahunya, yang sekaligus akan menjadi tempat sang Anak Manusia membaringkan diri, karena memang tidak ada batu untuk meletakkan kepalaNya. Inilah kehidupan Yesus. Dia tidak menghendaki kematian dan kebekuan hidup umatNya, walau tak dapat disangkal Dia akan memanggul salib demi kehidupan dan keselamatan umatNya   

'Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan', tegas Yesus. Konkritnya, 'mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya'. Semua itu terjadi, karena memang Yesus tidak menghendaki kebekuan dan kematian, Dia tanpa suara. Orang diajak untuk berani mengambil keputusan memilih yang terbaik dan mendatangkan keselamatan, dan itu tentunya akan berseberangan dengan orang-orang yang tidak menghendaki kehidupan dan keselamatan. Semua itu terjadi, bukan dengan mereka yang jauh di sana, melainkan amat mungkin terjadi dalam sebuah keluarga.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah kami dalam menghadapi kenyataan, yang seringkali tidak sesuai dengan kemauan dan keinginan diri ini. Namun kami ingin tetap memahami apa yang menjadi kehendakMu bagi kami yang menyelamatkan. amin.

 

 

Contemplatio

'Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012