Kamis dalam Pekan Biasa XXVIII, 13 Oktober 2016

Ef 1: 1-10  +  Mzm 98  +  Luk 11: 47-54

 

 

 

Lectio :

Yesus melanjutkan sabdaNya: 'celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.  Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.  Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,  mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi."

Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.  Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

 

 

 

Meditatio:                                   

Yesus melanjutkan sabdaNya: 'celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.  Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya'. Itulah tafsiran Yesus yang langsung dikenakan kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Apakah mereka harus membiarkan makam-makam itu tanpa ada perawatan dengan baik? Tak dapat disangkal memang para leluhur mereka yang membunuh para nabi, tetapi apakah mereka harus menanggung dosa atas perbuatan kaum leluhur? Yesus menegaskan:  'hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,  mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu:  semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini'. Mengapa mereka harus bertanggungjawab atas dosa dan kesalahan para leluhur? Apakah karena memang tidak ada pertobatan dalam diri kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat? Apakah kalau orang Farisi dan para ahli Taurat amat menghormati dan merunduk kepada Yesus, dosa kaum leluhur tetap menjadi tanggungjawab mereka? Ketidaktaatan seseorang kepada Tuhan sepertinya diperhitungkan sebagai pewaris hukuman yang harus ditanggung oleh para leluhur mereka. Tidaklah demikian dengan mereka yang mau menikmati karya penebusan Kristus, yang membiarkan diri dibimbing oleh Kristus sendiri? Maka benarlah apa yang dikatakan Paulus kepada kita dalam suratnya kepada umat di Efesus, bahwa: 'di dalam Kristus, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.  Di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,  yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian' (Ef 1: 4-8). Karya penebusan Kristus membebaskan kita menjadi orang-orang yang merdeka, dan bukan menjadi hamba-hamba dosa dan maut..

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'.  Inilah memang kejahatan para ahli Taurat yang melanjutkan kejahatan para leluhur mereka. Mereka bukan saja membiarkan diri dihukum karena ketidaktaatan diri mereka, mereka malah juga menjerumuskan orang lain dalam dosa yang sama. Para ahli Taurat adalah orang-orang yang tidak tahu diri, karena mereka menghalang-halangi orang yang hendak menikmati keselamatan.

Setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.  Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya. Kejahatan sekecil apapun seharusnya segera dicabut, agar tidak berkembang menjadi kejahatan yang lebih besar. Benarlah apa yang dikatakan Yesus memang, bahwa bukan saja mereka yang membunuh harus dihukum, orang yang marah pun harus dihukum. Ketidakmauan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat untuk bertobat dan bertobat membuat mereka semakin galak dalam berdosa.

 

 

 

Oratio:

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar mampu membawa orang lain mengetahui dan melakukan hal yang benar, sehingga semakin banyak orang mengalami keselamatan dariMu. Amin

 

 

Contemplatio :

'Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi'.  

                                  



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening