Kamis dalam Pekan Biasa XXX, 27 Oktober 2016

Ef 6: 10-20  +  Mzm 144  +  Luk 13: 31-35

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalananKu, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.   Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

 

 

Meditatio

Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: 'pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau'. Mengapa orang Farisi berbaik hati memberitahukan hal itu kepada Yesus? Bukankah selama ini mereka berseberangan dengan Yesus dan mau menjatuhkanNya? Ternyata masih ada orang Farisi yang  peduli dan mengingatkan keselamatan Yesus.  Jawab Yesus kepada mereka:  'pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai'. Siapa yang Yesus maksudkan dengan serigala itu? Herodes? Mengapa diumpamakan dengan serigala? Apakah karena sifat Herodes yang seperti serigala? Yang buas, rakus, dan juga perusak? Yesus tidak menyia-nyiakan waktu satu haripun atau lari dari tugas perutusanNya. Yesus tidak takut akan kematian, tetapi Yesus tidak ingin mati binasa. Yesus berni menyerahkan nyawa di kayu salib hanya demi keselamatan umat manusia. 'Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalananKu, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem'. Inikah penyataan Yesus tentang akhir hidupNya di Yerusalem? Anak Manusia datang ke dunia guna menggenapi kehendak Bapa di surga yang ingin semua orang beroleh selamat. Semua akan terpenuhi di hari ketiga, dan semua itu terjadi di Yerusalem. Yerusalem adalah kota Allah.

'Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau'. Inilah ratapan kesedihan Yesus terhadap Yerusalem, kota yang melambangkan kekerasan hati yang dari dulu menolak kehadiran nabi-nabi. Kota dengan umat pilihan Allah, tetapi yang menolakNya. Menolak kasih Allah yang datang mau menyelamatkan umatNya. Mereka menolak ajaran dan mukjizat-mukjizat penyembuhan yang dilakukan Yesus. Umat pilihan Allah menolak kehadiranNya sendiri. 'Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!'.  Yesus memperingatkan bahwa Dia akan tidak berada di situ lagi sampai pada waktunya mereka akan melihat Dia dalam kemuliaanNya, dan mereka mengakuiNya sebagai yang datang dalam nama Tuhan. Cinta kasih Allah mengatasi segala sesuatu. Yesus tahu bahwa Dia datangdan akan mendapatkan penolakan, tetapi Dia tidak berhenti atas penolakan itu, malahan secara sengaja memanggil dan mengasihi orang-orang yang melawanNya.

Paulus mengingatkan kita lewat suratnya kepada jemaat di Efesus, untuk berhati-hati jangan sampai mudah jatuh dalam perilaku serigala yang rakus, buas dan merusak baik bagi diri sendiri maupun terhadap orang lain, maka hendaknya selalu: 'enakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara'.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami ini rapuh dan mudah jatuh dalam keegoisan diri, dampingilah kami dengan Roh KudusMu, agar kami tetap teguh dan mengandalkan Engkau di dalam hidup kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau'.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening