Minggu dalam Pekan Biasa XXXII, 30 Oktober 2016

Keb 11: 22-30  +  2Tes 1: 11-20  +  Luk 19: 1-10

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.  Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.  Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."  Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."  Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Adakah rumah yang hendak dituju oleh Yesus? Atau memang hanya melewati saja, karena tujuanNya ke Yerusalem? Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Zakheus tentunya orang yang tidak berkekurangan, tetapi sepertinya dijauhi banyak orang karena pekerjaannya. Bukankah para pemungut cukai dikategorikan dengan mereka para pendosa? Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu. Apa maksudnya ingin melihat Yesus? Apakah dia begitu tertarik dengan Yesus, karena kabar tentang Orang Satu ini yang telah tersebar ke mana-mana? Atau memang ada pertobatan dalam diri Zakheus? Tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Sebuah keinginan memang akan selalu mendapatkan hambatan, entah dari dalam diri sendiri, baik itu kemampuan diri yang terbatas atau pun aneka kecenderungan insani, atau dari luar diri seseorang, baik itu sesama kita atau karena cuaca ataupun aneka faktor lainnya. Hidup akan selalu menghadapi  aneka tantangan karena kita adalah makhluk pribadi yang unik.

Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Hidup hendaknya tidak mudah berhenti berjuang. Hidup adalah sebuah perjuangan.  Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata:  'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'. Sebuah penyataan yang amat membahagiakan Zakheus. Yesus bukan saja mau dilihat, malah Dia singgah ke rumah orang berdosa ini. Apakah hanya satu orang yang memanjat pohon, dan tidak ada yang lain? Yesus tentunya memilih Zakheus, karena Dia tahu apa yang menjadi isi hati orang satu ini.  Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.  Sekali lagi, betapa bahagia Zakheus, karena bukan saja boleh melihat sang Mesias, malah mendapatkan kesempatan menerima Yesus dalam rumahnya.

Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: 'Ia menumpang di rumah orang berdosa'. Suatu komentar yang mengungkapkan ketidakpuasan diri. Sebab bagaimana seorang Guru dan Mesias tinggal di rumah orang berdosa. Yesus bersikap dan bertindak tidak adil. Tetapi Zakheus, yang mendengar dan tahu apa maksud mereka yang mempersoalkan dirinya, berdiri dan berkata kepada Tuhan: 'Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat'. Ungkapan pertobatan dari Zakheus atas segala kelupaannya selama ini. Bertobat berarti mengembalikan segala sesuatu yang memang bukan haknya. Bertobat berarti menjadi orang baik.

'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'. Penyataan Yesus benar-benar menyatakan bahwa anak Manusia datang untuk membawa keselamatan. Maka menerima Yesus berarti menerima keselamatan, dan itulah yang dialami oleh Zakheus sekarang ini. Menerima Yesus berarti menerima keselamatan, karena memang Dia datang untuk menyelamatkan dan memanggil mereka yang telah hilang. Bertobat berarti membiarkan diri menerima keselamatan. Kehadiran Yesus yang menyelamatkan adalah kehendak Allah semenjak semula, dan itulah yang dikatakanNya sendiri dalam kitab Kebijaksanaan (11: 23=24): 'karena Engkau berkuasa akan segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat.  Sebab Engkau mengasihi segala yang ada, dan Engkau tidak benci kepada barang apapun yang telah Kaubuat. Sebab andaikata sesuatu Kaubenci, niscaya tidak Kauciptakan'.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau datang hendak menyelamatkan setiap orang yang mau datang kepadaMu. Berilah kami keberanian untuk datang dan menyerahkan hidup kami ke dalam tanganMu agar kamipun menerima keselamatan daripadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening