Pesta Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus, 1 Oktober 2016


Ayb 42: 1-17  +  Mzm 119  +  Luk 10: 17-24

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali  ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.  Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

 

 

 

Meditatio

'Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu'. Itulah luapan kegembiraan ketujuhpuluh murid yang diutus Yesus. Mereka bergembira, karena telah menyelesaikan tugas perutusan yang telah diberikan kepada mereka. Mereka lebih bergembira lagi, karena mampu mengusir kuasa kegelapan dari tengah-tengah umatNya.  Lalu kata Yesus kepada mereka: 'Aku melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit.  Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu'. Yesus mengingatkan mereka semua, bahwa semuanya itu bisa terjadi karena memang kuasa yang telah diberikan sang Guru kepada mereka; sekaligus kepercayaan mereka sendiri sebagai tanda bahwa mereka mau dibimbing dan dikuasai oleh Tuhan Allah sendiri. Bukankah memang iman sebesar biji sesawi, keterbukaan diri kepada Tuhan, akan mampu membuat seseorang memindahkan sebatang pohon dan terbantun di lautan?  'Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga', Yesus menegaskan. Yesus menegaskan hal itu, karena memang dengan berani diutus Yesus berarti seseorang mengamini sabda dan kehendak Tuhan; dia berani mewartakan Injil Kerajaan Allah. Layaklah kalau mereka mendapatkan tempat yang indah, karena keberanian mereka diutus oleh Allah. Penegasan Yesus ini sekaligus menyemangati mereka semua agar mereka semakin berani menjadi murid-muridNya.

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: 'Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil'. Sepertinya Bapa lebih menaruh hati kepada mereka kaum kecil, yakni orang-orang yang mau mendengarkan sabda dan melakukanNya. 'Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu'.  Mereka yang mapan adalah mereka yang mampu memenuhi dirinya, dan yang tidak membutuhkan orang lain. Sebaliknya mereka yang kecil dan berkekurangan adalah orang-orang yang memerlukan uluran tangan orang lain, terlebih uluran tangan Tuhan sendiri. Yesus menambahkan: 'tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak'. Anak dan Bapa adalah satu. Aku ada dalam dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Aku. Namun tak dapat disangkal, banyak orang pun sekarang ini mengenal Dia dan misteriNya, karena memang  'Anak berkenan menyatakan hal itu', lagipula 'semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku'. Kiranya ada baiknya kita pertajam dengan penyataan Yesus sendiri bahwa Dia tidak berhak memberi tempat sebelah kanan atau kiriNya kelak, sebagaimana diminta oleh Yohanes dan Yakobus; dan Diapun tidak tahu kapan Dia akan datang kembali untuk kedua kalinya. Dia akan datang pada saat yang tidak terduga-duga.  Mengapa Yesus berkata demikian, bukankah segala sesuatu telah diserahkan kepadaNya?

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: 'berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Melihat dan mendengar apa? Melihat dan mendengar penyataan Yesus Kristus sendiri. Bukankah para murid pada waktu itu selalu berada dengan sang Sabda itu sendiri? Mereka tidak hanya mendengar, melainkan juga melihatNya, bahkan tinggal bersamaNya selalu.

Apakah kita juga orang-orang yang beruntung? Setiap kali kitab suci dibacakan dalam ibadat bersama, pada saat itulah kita mendengarkan sabdaNya. Yang memang dalam perayaan Ekaristi kita juga akan memandangNya dalam Tubuh dan DarahNya yang disampaikanNya kepada kita. Kita malah diundang bersatu bersamaNya dalam Komuni Kudus yang agung dan mulia. Kerinduan Teresia dari kanak-kaak Yesus selalu berada dalam Komuni Kudus ialah ia ungkapkan dengan keberanian menjadi Tabernakel atau Sibori kudus, sebab itulah yang selama ini dilihatnya sebagai tempat kudus bagi TubuhNya yang mulia.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kami bersyukur karena rahmat kasihMu yang selalu mendampingi kami dalam setiap tugas perutusan kami. Kiranya tidak membuat kami menjadi lupa dan sombong, bahwa itu semua adalah anugerah daripadaMu.

Santa Teresia, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening