Rabu dalam Pekan Biasa XXIX, 19 Oktober 2016


Ef 3:2-12  +  Mzm  +  Luk 12: 39-48

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Tuhan Yesus bersabda: 'ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.  Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."  Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"  Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.  Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.  Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

 

 

 

Meditatio

'Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar', tegas Yesus kepada para muridNya. Maka, 'hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan'. Kedatangan Anak manusia bagaikan seorang pencuri. Dia datang di saat yang tidak disangka-sangka. Maka setiap orang harus berjaga dan berjaga.  Kata Petrus: 'Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?'. Apakah yang menyambut Anak Manusia itu hanya para murid atau semua orang yang percaya kepadaNya? Itulah pertanyaan Petrus. Petrus bertanya demikian, apakah merasakan pembedaan antara komunitas mereka dengan para murid lainnya?  Jawab Tuhan: 'siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?'.

Pertama,  'berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.  Aku berkata kepadamu: sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya'. Itulah hamba yang baik yang dikehendaki tuannya. 'Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia'.  Hamba yang baik beroleh berkat dari tuannya, tidaklah demikian dengan mereka para hamba yang jahat, yang tidak mau tahu terhadap sesamanya, dan juga terhadap tuannya. Mereka bekerja pada tuannya,tetapi tidak mau bertanggungjawab kepadanya.

Kedua, 'hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.  Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan'. Dengan mengetahui, seseorang memang dituntut untuk bertanggungjawab. Maka benarlah apa yang dikatakan Yesus:  'setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut'.

Penyataan Yesus ini mengingatkan pesanNya juga kepada kita bahwa hendaknya kita menjadi orang-orang yang kaya di hadapan Tuhan Allah. Orang yang kaya di hadapan Tuhan Allah adalah mereka yang mau berbagi, sebab memang mereka memandang kehadiran sesama, terlebih mereka yang berkekurangan, adalah kehadiran Tuhan Allah sendiri. Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang hina ini, engkau telah melakukannya bagiKu. Kaya di hadapanNya memang berarti kaya dan berkelimpahan dengan segala yang dikehendakiNya. Dan tentunya kita pun juga harus sadar, kekayaan kita berbeda satu dengan lainnya. Ada di antara kita yang kaya akan harta benda, ada yang kaya dengan pengetahuan, ada yang kaya dengan pengalaman, ada yang kaya dengan kesucian, ada yang kaya dengan kesehatan, ada yang kaya karunia-karuniaNya. Semuanya diberikan oleh Allah guna membangun jemaatNya yang kudus.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar dapat menjadi pribadi yang kaya di hadapanMu, yang mampu dan mau berbagi dengan sesama di sekitar yang membutuhkan uluran tangan kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut'.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening