Rabu dalam Pekan Biasa XXVIII, 12 Oktober 2016


Gal 5: 18-25  +  Mzm 1 +  Luk 11 : 42-46

 

 

Lectio

Pada saat itu Yesus pun mengecam kaum Farisi: 'celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.  Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya." Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga." Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun".

 

Meditatio

Ketika itu bersabdalah Yesus kepada orang-orang Farisi yang juga mendengarkan pengajaranNya: 'celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan'. Mereka orang-orang Farisi sangat cermat dalam mempersembahkan sesuatu kepada Allah, buah yang sulung dan yang terbaik, demikian juga ada bagian perpuluhan yang harus mereka bayar kepada orang-orang Lewi, semua kewajiban hukum mereka penuhi, tetapi mereka mengabaikan sesama manusia yang miskin dan melarat. Mereka bukan saja mengabaikan, malahan mereka menindas dan meniadakan sesamanya. Mereka mengelabui para janda dengan doa-doa yang panjang-panjang. Mereka merasa cukup nyaman dan selamat cukup hanya dengan membayar pajak atas sayur-sayuran yang mereka tuai.

'Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar'. Mereka selalu mengadakan tebar pesona di tempat-tempat umum. Mereka menggunakan kedudukan religi-sosial untuk mencari keuntungan. Kursi Musa yang mereka miliki dipakai sepenuhnya hanya untuk mencari kehormatan. 'Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya'. Kemunafikan mereka tak ubahnya bagaikan kubur tanpa tanda, sehingga membuat banyak orang tidak lagi menaruh hormat pada peran mereka yang amat sentral dalam kebersamaan hidup.

Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepadaNya: 'Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga'.  Para ahli Taurat sepertinya tersinggung dengan penyataan Yesus, sebab memang sebagian dari kaum Farisi adalah para ahli Taurat. 'Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun'. Yesus bukannya minta maaf, malah tak segan-segan melabrak mereka juga. Yesus menegur mereka , karena Yesus tahu apa yang mereka lakukan. Kemunafikan begitu menyelimuti sikap hidup mereka.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar tidak menjadi egois dan munafik dalam bersikap terhadap sesama, tetapi mampu melakukan yang terbaik untuk mereka yang membutuhkan kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening