Rabu dalam Pekan Biasa XXX, 26 Oktober 2016


Ef 6: 1-9  +  Mzm 145  +  Luk 13: 22-30

 

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.  Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.  Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.  Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!  Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.  Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

 

 

Meditatio

'Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?'. Sebuah pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang yang mengikuti Yesus dalam perjalananNya ke Yerusalem.  Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: 'berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat'. Dari penyataan ini sepertinya memang banyak orang berjuang dan berjuang untuk mendapatkan keselamatan, boleh menikmati kemuliaan surgawi, tetapi banyak juga yang tidak mendapatkannya. Mengapa? Apa karena pintunya terlalu sempit? Apakah memang banyaknya orang yang ingin masuk melalui pintu tersebut?

'Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: aku tidak tahu dari mana kamu datang.  Maka kamu akan berkata: kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.  Tetapi Ia akan berkata kepadamu: aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!  Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.  Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah'. Dari penyataan ini sebenarnya bukanlah pintu yang harus disalahkan, melainkan karena ketidak-mau-tahuan seseorang untuk memasuki pintu yang sesak itu dengan mendengarkan panggilanNya. Seseorang dengan mudahnya mengulur-ulur waktu untuk memasuki pintu sesak itu. Keberanian seseorang mengamini Dia yang memanggil ketika Dia mengajak makan dan minum bersamaNya, ketika Dia memberi pengajaran, sebetulnya pada saat itulah Dia berjalan dengan langkah pasti memasuki pintu yang sesak itu. Perjamuan dan mendengarkan pengajaran adalah kesempatan terindah bagi setiap orang untuk menikmati keselamatan, tetapi kiranya kerelaan dan keikhlasan hati untuk menikmatinya juga menjadi modal dasar bagi setiap orang. Maka benarlah apa yang dikatakan Yesus sendiri, yang mengatakan:  'sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir'.

Kalau Paulus berkata: 'jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia' (Ef 6: 6), ini semua mengingatkan kita agar kita tidak mudah mencari kepuasan diri. Mungkin kita setia makan minum bersama, dan mendengarkan pengajaranNya, tetapi serentak kita juga melakukan kejahatan, maka segala yang baik dan benar yang kita rayakan benar-benar tidak memberikan jaminan keselamatan kepada kita. Banyak orang berdesak-desakan masuk, tetapi  tidak berhasil, kata Yesus tadi.

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bantulah kami agar mengerti sabdaMu ini, bahwa keselamatan tidak hanya kami peroleh dengan makan minum bersamaMu, tetapi juga kiranya kami sanggup melakukan kehendakMu dengan tulus ikhlas. Amin

 

 

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir'.

 

 

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012