Sabtu dalam Pekan Biasa XXIX, 22 Oktober 2016


Ef. 4: 7-13  +  Mzm 122  +  Luk 13: 1-9

 

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.   Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?   Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.  Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?   Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!  Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

 

 

Meditatio

Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Kapan itu terjadi sehingga mereka berbicara tentang persembahan? Apakah menjelang Paskah Yahudi, yang memang menjadi pusat peribadatan bangsa milik Allah itu? Apakah Yesus tidak mendengar kabar tentang persembahan darah manusia itu sehingga mereka menyampaikan kepada Guru dari Nazaret itu? Apa maksud mereka membawa berita itu?   Yesus menjawab mereka: 'sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?   Tidak! kata-Ku kepadamu'. Orang-orang Galilea yang bernasib naas itu, bukanlah karena akibat dosa dan kesalahan mereka. Mereka tidak bersalah, dan semua itu terjadi bukan sebagai akibat perbuatan mereka. Itu hanya kejahatan dan kebutaan Pilatus saja. 'Tetapi jikalau kamu tidak bertobat', tambah Yesus,  'kamu semua akan binasa atas cara demikian'. Penghinaan dan hukuman bisa saja terjadi, jikalau kita semua tidak mau bertobat. Ketidakmauan seseorang bertobat akan mendatangkan hukuman yang menyengsarakan dirinya. Allah tidak segan-segan menghukum umatNya. Allah bukan pamrih, sebab dalam Tuhan ada keselamatan. Ketidaktaatan seseorang kepada Tuhan Allah berarti sebuah pilihan untuk merasakan hukuman dan kematian.  'Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?   Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian'. Kecelakaan bukanlah sebuah dosa, tetapi tak dapat disangkal, teguran yang menyengsarakan itu bisa saja terjadi, bila seseorang tidak mau bertobat.

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: 'seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.  Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!  Jawab orang itu: tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!'. Pertobatan sepertinya keinginan dari Tuhan Allah sendiri, sebagaimana yang diinginkan pemilik kebun anggur. Mengingat kelemahan dan keterbatasan setiap orang, sepertinya semua orang diberi kesempatan untuk bertobat dan bertobat, sehingga tidak ada istilah terlambat. Semua sekaligus menunjukkan betapa besar belaskasih Allah akan umatNya.



Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami kepadaMu, agar kami tidak mudah jatuh dalam hal-hal yang tidak berkenan dihadapanMu. Kami bersyukur ya Yesus atas rahmat kasihMu yang begitu besar, yang mendatangkan keselamatan bagi kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!'.

 

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening