Sabtu dalam Pekan Biasa XXXI, 29 Oktober 2016

Fil 1: 18-21  +  Mzm 42  +  Luk 14: 1.7-11

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.  Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.  Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.  Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

 

 

Meditatio

'Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.  Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain'.

Sebuah perumpamaan yang diberikan Yesus ketika dlihatNya banyak tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan. Dengan perumpamaanNya itu Yesus tidak menghendaki para muridNya, kita semua selalu mencari kehormatan atau tebar pesona, atau bahkan menganggap diri benar dan meremehkan orang lain, sebagaimana kita renungkan di hari Minggu lalu (Luk 18). Sekali lagi Yesus menegaskan: 'barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'. Untuk kedua kalinya Yesus mengatakan hal yang sama? Mengapa Yesus sampai mengatakan berulang kali? Mencari kehormatan sekarang inipun seringkali menyelimuti hati banyak orang. Banyak orang ingin dilihat, ingin diakui. Orang merasa gelisah kalau apa yang dikerjakan tidak diakui oleh banyak orang. Orang takut bahwa dirinya dituduh tidak melakukan sesuatu.

Yang benar adalah kita lakukan segala sesuatu dengan baik. Saya harus semakin hari semakin berani berbuat baik, dan semakin kudus hati dan budi, sebagaimana dikehendaki Tuhan Yesus sendiri. Banyaknya pekerjaan, bukannya supaya dilihat orang, tetapi memang semua itu harus kulakukan, karena itulah tugas kewajibanku. Aku adalah hamba yang tak berguna. Sebab 'bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan' (Ef 1: 21). Ucapan Paulus ini benar-benar sebuah pernyataan orang yang menikmati hidup ini dengan indahnya, santai tetapi penuh pengabdian. Dia tidak mencari muka atau tebar pesona, melainkan semuanya dikerjakan demi Kristus Tuhan yang telah memilihnya menjadi muridNya yang setia. Hanya kepada Tuhan Yesuslah, Paulus takut dan merundukkan diri.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau mengajarkan kerendahan hati kepada para muridMu, kiranya kamipun belajar untuk menjadi bijak dalam menempatkan diri dan menghargai orang lain. Amin

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening