Sabtu dalam Pekan Biasa XXXIII, 15 Oktober 2016


Ayb 42: 1-17  +  Mzm 119  +  Luk 10: 17-24

 

 

 

Lectio

Pada suatu Yesus bersabda kepada semua orang yang mendengarkanNya: 'Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.  Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.  Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.  Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan."

 

 

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu: setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.  Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah', tegas Yesus kepada para muridNya, yakni semua orang yang merindukan keselamatan. Apakah dengan pengucapanNya itu dapat diartikan, bahwa Yesus bersikap pamrih? Bukankah keselamatan itu adalah sebuah pilihan? Apakah orang-orang yang percaya saja akan diselamatkan? Apakah mereka yang malahan tidak mengakuiNya tidak akan beroleh keselamatan? Apakah Tuhan itu pilih kasih dalam menyelamatkan umatNya? Apakah kepercayaan memang syarat mutlak untuk mendapatkan keselamatan? Kepercayaan memang sepertinya menjadi syarat mutlak seseorang beroleh selamat, karena di luar Allah tidak ada keselamatan. Percaya kepada Allah berarti menerima keselamatan. Rumus umum adalah barangsiapa percaya kepadaNya beroleh akan keselamatan. Kasus tersendiri bila memang Allah menyelamatkan orang-orang yang tidak mempercayaiNya. Itu hak Tuhan Allah sendiri yang menyelamatkan. Bukankah selama ini pelbagai anugerahNya juga dilimpahkan kepada setiap orang tanpa terkecuali? Bukankah hujan dan matahariNya juga diijinkan bagi setiap orang tanpa memandang muka?  

'Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni'. MengapaYesus membedakan antara Anak manusia dan Roh Kudus? Bukankah Anak ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Anak, dan daripadaNya mengalirlah RohNya yang kudus? Dalam keberadaanNya sebagai manusia, Dia memang datang hendak menyelamatkan umatNya. Dia bukan saja membiarkan diri dilawan, melainkan juga didera dan disalibkan. Anak Manusia merelakan diriNya disalib. Namun sepertinya tidak bisa dimengerti olehNya, bila seseorang berbuat jahat dengan mengatas-namakan Allah. Sulit dimengerti bila seorang mengakui dirinya dibimbing oleh RohNya yang kudus tetapi tanpa segan-segan melakukan kejahatan. Ini berarti bahwa seseorang menyatakan diriNya dikuasai oleh Roh Allah dan semena-mena bertindak jahat terhadap sesamanya? Sepertinya tidak ada kasih bagi orang-orang yang mengakui dirinya dikuasai Roh Kudus sembari melakukan kejahatan.  

'Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.  Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan'. Penegasan Yesus pada poin ketiga ini mengingatkan semua muridNya agar tidak takut kepada siapapun dalam mewartakan kebenaran. Bukankah hanya kepada Dia yang mampu membuang orang ke dalam neraka, para muridNya harus takut dan merunduk? Malahan pada saat itulah setiap orang diajak untuk semakin berani memaknai bahwa Allah selalu mendampingi umatNya, terlebih dalam bersaksi tentang kebenaran.

Paulus sebagai seseorang yang mampu menikmati kehadiran RohNya yang kudus mengajak setiap orang untuk semakin berani meneruskanNya, agar berkat aneka karuniaNya mereka semakin mengenal Dia sang penyelamat. Aku meminta, tegas Paulus, 'kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya' (Ef 1: 17-19).

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami kepadaMu lewat sabdaMu, bahwa Engkaulah Allah yang menyelamatkan. Yang senantiasa mendampingi kami. Berilah kami Roh hikmat agar dapat mengakui bahwa Engkau adalah Tuhan.

Santa Teresa Avila, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.  Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan'.




 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening