Senin dalam Pekan Biasa XXX, 24 Oktober 2016

Ef 4: 32-40  +  Mzm 1  +  Luk 13: 10-17

 

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.  Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.  Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."   Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.  Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?  Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"  Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Hari Sabat adalah hari terindah bagi umat Israel untuk beribadat kepada Tuhan. Hari Sabat adalah hari istirahat yang harus dipersembahkan kepada Tuhan Allah, sang Pencipta. Sabat adalah hari yang dipersembahkan bagi Tuhan.  Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Bagaimana kita mengkaitkan seseorang yang bungkuk badannya sebagai akibat kerasukan roh jahat? Mengapa Lukas mengkaitkan seseorang yang kerasukan kuasa kegelapan dengan kondisi badan bungkuk? Apa boleh dengan mudahnya kita mengatakan orang bungkuk itu adalah akibat kuasa kegelapan yang tinggal dalam diri seseorang? Bagaimana dengan sakit lainnya?  

Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: 'hai ibu, penyakitmu telah sembuh'. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. Yesus tidak saja berkata-kata, tetapi Dia juga menumpangkan tanganNya atas perempuan itu. Yesus menyatakan belaskasihNya kepada setiap orang, tentunya mereka yang amat membutuhkan pertolonganNya.  Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: 'ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat'. Orang satu ini tidak berani menegur langsung Yesus, tetapi malah menyalahkan semua orang. Dia pun tidak menyalahkan perempuan yang bungkuk tadinya itu. Mengapa dia berani berkata begitu, apakah memang dia tahu bahwa banyak orang datang untuk meminta kesembuhan dari Yesus khususnya?

'Hai orang-orang munafik', sahut Yesus menanggapi komentar orang satu itu. Yesus pun malah menegur banyak orang yang ada di situ. 'Bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?  Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?'. Sebuah teguran yang menampar hati banyak orang, yakni mereka orang-orang munafik. Siapakah mereka itu? Kemungkinan besar mereka adalah kaum Farisi dan para ahli Taurat. Seandainya Yesus tidak menumpangkan tangan atas perempuan itu, yakni hanya dengan sabdaNya, apakah kepala rumah ibadat itu juga akan menegur Yesus? Selebar apakah gerakan tangan Yesus?  Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya. Tentunya lawan Yesus menjadi malu karena mereka sengaja mencari-cari kesalahanNya sedangkan teguran Yesus sungguh mengena pada mereka. Hukum dan peraturan bukanlah alat untuk menghakimi, sebaliknya digunakan sebagai sarana untuk membantu sesama. Menunjukkan belas kasih dan pengampunan terhadap sesama. Pauluspun dalam suratnya kepada umat di Efesus menulis; 'Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu'. (Ef.4:32)

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, kehadiranMu mendatangkan sukacita dan keselamatan bagi setiap orang yang mau datang kepadaMu. Kiranya apa yang kami lakukan mampu mencerminkan kehadiranMu di dalamnya. Amin

 

 

Contemplatio

Semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya

 

 

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening