Senin dalam Pekan Biasa XXXII, 31 Oktober 2016

Fil 2: 1-4  +  Mzm 131  +  Luk 14: 12-14

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari  dalam sebuah undangan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

 

 

Meditatio

'Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.  Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar'.

Sebuah penegasan yang diberikan Yesus kepada seorang yang mengundangNya makan bersama. Penegasan ini kiranya menantang setiap orang agar tidak mudah mencari balasan, bila bisa dan mampu melakukan sesuatu terhadap orang lain. Hendaknya tidak seorangpun dari muridNya yang pamrih dalam melakukan kebaikan terhadap sesama. Apa yang dilakukan oleh tangan kananmu, janganlah diketahui oleh tangan kirimu. Memberi seseorang yang tidak mampu membalas tak ubahnya kita menanam investasi keselamatan di surga mulia.

Yesus mengajarkan kita untuk memberi perhatian dan dengan kasih, khususnya mereka yang memerlukan uluran tangan kita. Tanpa mengharapkan balasan, agar kita tidak menjadi pribadi yang berpamrih, tetapi yang memberi dari hati. Seperti Pauluspun menulis dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, agar setiap orang mau memperhatikan sesama, sehati sepikiran dalam satu kasih, tidak mencari kepentingan diri atau pujian dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga (Fil 2).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikanlah hati kami hati yang penuh kasih terhadap sesama, yang mau memberi dengan tanpa mengharapkan balasan atau  pujian. Agar kami semakin mencerminkan Engkau yang berbelas kasih dalam sikap hidup kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu'.

 

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening