Hari Raya Semua Orang Kudus, 1 November 2016


Why 7: 2-14  +  1Yoh 3: 1-3  +  Mat 5: 1-12

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari  ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

 

 

Meditatio

Janji Yesus bahwa 'orang-orang yang miskin di hadapan Allah-lah yang empunya Kerajaan Sorga', itulah yang sekarang dirasakan dan dinikmati oleh para Kudus yang kita rayakan hari ini. Mereka itu adalah orang-orang yang mengandalkan kekuatan dari Allah. Mereka merasakan sungguh, bahwa segala sesuatu yang bisa mereka lakukan itu hanya kemurahan hati Allah. Berkat Allah, mereka dapat melakukan segala kebaikan. Sekarang ini mereka mampu melihat Allah, karena selama hidupnya mereka berusaha menjadi orang-orang yang suci hatinya; bukannya tanpa perjuangan, tetapi bahwasannya telah dianiaya oleh sebab kebenaran, dicela dan difitnahkan segala yang jahat, semuanya menjadi pengalaman hidupnya, dan mereka berusaha bertahan sampai akhir. Mereka bertahan sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi Allah. Kalau para nabi mampu menerima semuanya itu, para kudus pun memberanikan diri menerima kenyataan hidup, entah itu manis ataupun pahit, entah senang atau sedih, entah sehat atau sakit. Dan tak dapat disangkal, dalam kenyataan apapun mereka, para Kudus selalu membawa damai, sebab hanya demikianlah mereka layak dan pantas disebut anak-anak Allah.

Para Kudus adalah mereka yang memang telah menghayati iman kepercayaanNya kepada Tuhan Allah. mereka tidak hanya mengamini sabda dan kehendak Tuhan dalam kata-kata, tetapi juga dalam perilaku hidup sehari-hari. Kini mereka menikmati sukacita ilahi. 'Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba' (Why 7: 14). Sebab memang mereka selama dalam hidupnya tidak duduk berpangku tangan, melainkan menikmatinya dengan penuh perjuangan.

Apa yang dapat kita perbuat? Kita teguhkan iman dan harapan hidup kita. Sebagaimana Kristus Tuhan mencintai kita, mari kita juga berani berbagi cinta dengan sesama, terlebih mereka yang menderita. 'Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci' (1Yoh 3: 3). Sebab bukankah Dia mengundang dan mengundang kita datang kepadaNya? Datanglah kepadaKu, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadaMu.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar dapat menghayati teladan para kudus yang telah mampu mengatasi tantangan dalam hidup mereka demi Injil. Kiranya kamipun mampu mengasihi sesama sebagaimana Engkau mengasihi kami.

Para Orang kudus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Orang-orang yang miskin di hadapan Allah-lah yang empunya Kerajaan Sorga'.

 

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012