Jumat dalam Pekan Biasa XXXII, 4 November 2016

Fil 3: 17-23  +  Mzm 122  +  Luk 16: 1-8

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari  Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.  Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.  Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?  Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.  Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang'.

 

 

Meditatio

Pada suatu hari  Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: 'ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.  Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.  Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?  Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.  Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang'.

'Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang'. Mengapa tuannya memuji bendahara yang tidak jujur itu? Bukankah perbuatannya tidak terpuji dan hanya untuk kepentingan pribadinya? Dari ayat-ayat sebelumnya kita mengetahui bagaimana bendahara yang tidak jujur ini berusaha dan berjuang dalam mempertahankan hidupnya. Apa relevansinya bagi kita sebagai umat Allah dalam hidup rohani kita? Tentunya yang dipuji bukan sifat negatifnya, tetapi kecerdikan dan kegigihannya dalam berjuang untuk tetap hidup. Kita sebagai pengikut Kristus hendaknya bersikap seperti itu, gigih dalam berjuang untuk mencapai keselamatan hidup. Dalam perjalanan hidup rohani, tentunya begitu banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi, kita diharapkan mempunyai semangat seperti bendahara tidak jujur itu dalam mencari dan meraih keselamatan. Segiat-giatnya kita bekerja mencari nafkah, demikianlah hendaknya kita bersemangat dalam mengejar hidup rohani, dalam hidup doa kita. Ora et labora.

Tetaplah teguh dalam iman menghadapi tantangan hidup, seperti yang Paulus tulis kepada umatnya di Filipi, agar meneladani sikap hidupnya.  'Saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!' (Fil.4:1)

 

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami daya juang dan semangat yang kuat dalam mencari dan menemukan Engkau, karena hanya di dalam Engkau kami memperoleh keselamatan dan hidup kekal.

Santo Karolus Borromeus, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012

Sabtu Hening