Jumat dalam Pekan Biasa XXXIIi, 18 November 2016

Why 10: 8-11  +  Mzm 119  +  Luk 19: 45-48

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."  Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

 

 

Meditatio

Pada suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: 'ada tertulis: rumah-Ku adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun'. Itulah alasan mengapa Yesus mengusir orang-orang yang berdagang di kompleks bait Allah. Tentunya maksud awalnya baik adanya, tetapi sepertinya terjadi mafia besar-besaran yang memang bukan untuk membantu orang mempersiapkan persembahan, melainkan mencari keuntungan sebesar-besarnya dan kepuasan diri. Mereka tidak lagi bisa membedakan orang-orang yang mapan dan berkecukupan dengan mereka yang miskin dan melarat. Tampaknya semuanya terjadi penipuan, entah itu dari pihak penjual dan pembeli. Tidak ada kejujuran dari antara mereka. Semua, sebagian besar, yang datang ke bait Allah dihinggapi kemunafikan diri yang amat kuat. Sasaran kali ini adalah para pedagang yang memang hendak mengeruk harta benda dari sesamanya.

 Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. Para pendengar sepertinya terpecah menjadi dua. Mereka yang hendak mendengarkan dengan hati dan yang lain hanya dengan telinga. Ada orang-orang kaya dan ada juga mereka kaum miskin. Ada orang-orang yang merindukan suara Tuhan, ada juga yang hanya ingin ramai-ramai datang untuk melaksanakan ritual keagamaan. Ada orang-orang pandai dan ada mereka yang mau belajar tentang kehidupan. Ada orang-orang yang menginginkan keselamatan, ada pula yang menginginkan kebebasan, bukan bagi dirinya sendiri, melainkan sesamanya.

Kita tentunya orang-orang yang terpikat kepada Yesus Tuhan, dan bukannya seperti para ahli Taurat dan kaum Farisi. Keterpikatan kita akan Tuhan Yesus akan semakin tumbuh dan berkembang, kalau kita memang mendengarkan Dia dengan hati, dan bukan hanya dengan telinga. Kita berdoa. Bukan hanya dengan mengingat segala kebutuhan dan keperluan diri, tetapi juga berani mendengarkan dan menjawab sapaanNya. Kita juga tidak hanya mendengarkan, kemudian melupakan diri, melainkan juga mau menjabarkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, jauhkan kami dari sikap mencari keuntungan diri, tetapi bantulah kami agar mampu memperhatikan sesama yang berkekurangan sebagai wujud persembahan kami kepadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Rumah-Ku adalah rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun'.

 

 

 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012